Hotline 110 Disiapkan, Polda Metro Dorong Masyarakat Berani Lawan Pelecehan

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nirmala Hanifah

TVRINews, Jakarta 

Polda Metro Jaya menghimbau kepada masyarakat untuk membantu memerangi upaya pelecehan seksual dengan menyediakan layanan hotline di 110.  Hal ini, diungkapkan oleh Direktur PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kombes Rita Wulandari.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk membantu memerangi upaya pelecehan seksual dengan menyediakan layanan hotline di 110. 

“Khusus untuk masyarakat, kita katakan program BERANI, bagaimana kita bersikap waspada, bagaimana kita mengevaluasi situasi, berespon cepat dan juga mengamankan diri,” ungkapnya pada Senin, 6 April 2026

“Kemudian menyalakan atau mengamankan bukti-bukti serta menginformasikan ke pelayanan hotline kami di 110,” terusnya 

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan, khususnya bagi pengguna jasa transportasi umum. 

Menurutnya, penumpang perlu lebih cermat dalam mengenali identitas pengemudi serta kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menghindari situasi berisiko, seperti kendaraan dengan kondisi gelap atau tidak memungkinkan untuk terlihat dari luar. Evaluasi terhadap tanda-tanda bahaya juga dinilai penting, termasuk ketika pengemudi mulai berbicara tidak pantas.

Dalam situasi tersebut, korban diharapkan berani mengambil keputusan, seperti meminta kendaraan dihentikan dan segera meninggalkan lokasi jika merasa terancam.

Rita juga menyoroti pentingnya respons cepat, termasuk menghubungi orang terdekat saat berada dalam kondisi darurat. Ia menyebut, korban sempat kebingungan hingga akhirnya memilih memviralkan kejadian tersebut.

Saat kejadian berlangsung, korban berhasil menyelamatkan diri dengan memaksa turun dari kendaraan, meski pelaku sempat mencoba melakukan tindakan lanjutan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu membantu ketika melihat kejadian mencurigakan. Dalam kasus ini, warga sempat tidak mengamankan pelaku karena mengira korban dan pelaku adalah pasangan.

Menurutnya, dokumentasi seperti rekaman dari ponsel dapat menjadi alat bukti penting dalam proses hukum.

Di sisi lain, kepolisian juga memberikan imbauan kepada perusahaan penyedia layanan transportasi. Diharapkan ada pemeriksaan rutin terhadap pengemudi, termasuk tes urine, serta pengecekan kelayakan kendaraan.

Rita menambahkan, kondisi kendaraan yang tidak layak, seperti kaca film terlalu gelap, dapat meningkatkan risiko terjadinya kejahatan karena sulit terpantau dari luar.

Ia juga mengingatkan para pengemudi, baik online maupun konvensional, untuk menjaga profesionalitas dalam bekerja. 

“Etika, kepatuhan terhadap rute, serta kemampuan menciptakan rasa aman bagi penumpang menjadi hal yang wajib diperhatikan,” kata dia

Menurutnya, pihak kepolisian telah bekerja sama dengan sejumlah platform untuk memberikan edukasi kepada para pengemudi agar dapat menjalankan tugas secara aman dan tidak menimbulkan kekhawatiran bagi penumpang.

Ke depan, kepolisian berharap kolaborasi dengan penyedia layanan transportasi terus ditingkatkan, termasuk dalam hal pelaporan cepat apabila terjadi kejadian yang mencurigakan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketersediaan Pertalite Terbatas, Antrean Panjang Terjadi di SPBU Teluk Latak
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Bahas RUU Perampasan Aset di Komisi III DPR, Pakar Usul Bentuk Lembaga Khusus Kelola Aset
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Wamen Isyana: Penting Tingkatkan Distribusi MBG bagi 3B
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
JK Bantah Biayai Roy Suryo Cs Persoalkan Ijazah Jokowi
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Gempa M4,0 Dirasakan di Batang Dua, Pusat Gempa di Laut Barat Jailolo
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.