jabar.jpnn.com, KOTA BOGOR - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bogor menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Salak pada Minggu, 5 April 2026.
Forum tersebut menghasilkan tujuh nama bakal calon Ketua DPC PKB Kota Bogor untuk periode 2026–2031.
BACA JUGA: Libur Paskah 2026, Volume Lalu Lintas Tol Jabodetabek dan Jabar Naik hingga 21 Persen
Ketujuh nama yang terjaring berasal dari kombinasi rekomendasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan usulan peserta Muscab di tingkat akar rumput.
Hal ini mencerminkan tingginya partisipasi kader dalam proses penjaringan calon pimpinan partai di tingkat daerah.
BACA JUGA: Kunci Kursi Ketua Golkar Jabar, Daniel Mutaqien Langsung Bidik Pemilu 2029
Salah satu kader PKB Kota Bogor, Lusiana Nurissiyadah, menyampaikan bahwa mekanisme penjaringan kali ini memadukan unsur struktural dan aspirasi lokal.
“Total ada tujuh bakal calon ketua yang telah disepakati dalam pleno. Tiga nama merupakan rekomendasi DPW, sementara empat nama lainnya muncul murni dari usulan peserta Muscab,” ujarnya.
BACA JUGA: Idrus Marham: Musda Golkar Jabar Jadi Momentum Perkuat Komitmen untuk Rakyat
Adapun tujuh bakal calon Ketua DPC PKB Kota Bogor tersebut, yakni
- Dewi Fatimah
- Lusiana Nurissiyadah
- Edi Kholki Zaelani
- Jatirin
- Trikiswo Jumino
- Suhendar
- Ahmad Ishak
Lusiana menegaskan bahwa seluruh nama tersebut masih berstatus bakal calon. Keputusan akhir mengenai ketua terpilih akan ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB melalui tahapan seleksi lanjutan.
Seluruh kandidat diwajibkan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang diselenggarakan oleh DPW dan DPP PKB.
Proses ini bertujuan untuk memastikan calon pemimpin memiliki kapasitas, integritas, serta visi yang sejalan dengan arah kebijakan partai.
“Proses UKK akan dilakukan serentak se-Jawa Barat mulai April hingga Juni mendatang. Hasilnya ditargetkan keluar sebelum 23 Juli 2026, bertepatan dengan berakhirnya masa kepengurusan saat ini,” jelasnya.
Selain pemilihan ketua, Muscab juga mencatat tingginya minat kader untuk mengisi struktur organisasi.
Sebanyak 20 nama mendaftar sebagai calon Dewan Syuro, sementara 38 nama lainnya bersaing untuk posisi Dewan Tanfidz.
Salah satu kader PKB Kota Bogor, Edi Kholki Zaelani menilai bahwa seluruh kandidat memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari politisi berpengalaman, pengusaha, hingga tokoh dengan basis keagamaan yang kuat.
Keberagaman tersebut dinilai menjadi kekuatan dalam menjalankan program partai, baik dari tingkat pusat hingga daerah.
Menurut Edi, sejumlah kandidat telah teruji dalam berbagai posisi strategis. Jatirin, misalnya, telah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bogor selama tiga periode dan dinilai memiliki kemampuan dalam menjaga hubungan dengan konstituen.
Sementara itu, Lusiana Nurissiyadah disebut memiliki pengalaman dua periode sebagai anggota legislatif serta pernah menjabat sebagai bendahara partai dan ketua fraksi di DPRD Kota Bogor. Kemampuan organisasi dan manajerialnya dinilai menjadi nilai tambah.
Nama lain, Trikiswo Jumino, memiliki latar belakang sebagai pengusaha serta pemahaman administrasi pemerintahan, bahkan tengah menempuh pendidikan doktoral di bidang pemerintahan.
Kemudian, Ahmad Ishak dikenal sebagai Sekretaris Dewan Syuro dengan latar belakang pesantren dan pengalaman di dunia usaha. Sosok ini dinilai memiliki basis keagamaan yang kuat.
Adapun Suhendar yang berprofesi sebagai pengacara dinilai memiliki kemampuan di bidang hukum dan organisasi. Sementara petahana, Dewi Fatimah, disebut telah teruji selama satu periode memimpin DPC PKB Kota Bogor.
Edi sendiri merupakan petahana Sekretaris DPC PKB Kota Bogor dengan latar belakang aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Ia juga memiliki pengalaman panjang di bidang kepemiluan, mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) hingga menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor selama dua periode, serta pernah menjadi tenaga ahli DPR RI dan anggota DPRD Kota Bogor.
Ia menambahkan bahwa pengalaman dan pemahaman terhadap karakter masyarakat Kota Bogor menjadi modal penting dalam merumuskan program kerja yang tepat sasaran.
Meski demikian, Edi menegaskan bahwa seluruh kader akan tetap menjunjung tinggi keputusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB dalam menentukan ketua definitif.
“Kami akan tetap fatsun terhadap keputusan partai demi kemaslahatan umat dan masyarakat Kota Bogor,” ujarnya. (mar7/jpnn)
Redaktur & Reporter : Yogi Faisal (mar7)




