Imbauan Polisi Cegah Kekerasan Seksual di Taksi Online: Rekam dan Segera Lapor

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memahami langkah pencegahan dan penanganan guna menghindari kekerasan seksual di transportasi online.

Imbauan ini disampaikan setelah polisi mengungkap kasus pencabulan yang dilakukan oleh seorang driver taksi online, Wendy Arie Harjanto (39), terhadap korban perempuan berinisial SKD (20) di kawasan Jakarta Pusat, 14 Maret lalu.

Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo, menyoroti empat poin penting dalam upaya pencegahan tersebut.

"Bagaimana kita bersikap waspada, bagaimana kita mengevaluasi situasi, berespon cepat, dan juga mengamankan diri," kata Rita saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (6/4).

Dalam hal kewaspadaan, Rita menekankan pentingnya memastikan identitas pengemudi dan kendaraan. Ia juga mencontohkan tindakan korban yang dinilai tepat dalam melakukan dokumentasi saat merasa ada kejanggalan.

"Kemudian bagaimana kita memastikan kondisi di sekitar, karena korban (SKD) merasa ada pengalihan area, maka dia langsung bersikap waspada dengan mulai melakukan upaya merekam menggunakan handphone-nya," ucap Rita.

Selain itu, Rita mendorong pengguna untuk meminta kaca film dibuka jika menghalangi pandangan dari luar. Pada poin evaluasi situasi, ia mengingatkan agar penumpang peka terhadap tanda-tanda bahaya dari pengemudi.

"Ketika kita mendapatkan perlakuan, attitude daripada pemudi yang berbicara tidak pantas, maka kita juga sudah waspada untuk mendokumentasikan dengan menggunakan perekaman," ujar Rita.

Rita juga mencontohkan pengalaman korban yang sempat mendapatkan sentuhan tidak senonoh. Dalam situasi tersebut, penumpang diminta segera mengambil keputusan tegas untuk menghentikan perjalanan.

"Kita harus mampu bisa mengambil keputusan, minta berhenti atau minta dipinggirkan kendaraannya dan melakukan upaya meninggalkan kendaraan tersebut," tutur Rita.

Setelah melakukan dokumentasi, Rita menekankan pentingnya merespons secara cepat, salah satunya dengan menghubungi orang terdekat.

"Bagaimana kita bisa melakukan upaya dengan menghubungi orang-orang terdekat," ujar Rita.

Pada poin terakhir, yakni mengamankan diri, pengguna diminta segera menjauh dari pelaku dan mencari lokasi aman.

"Kemudian mengamankan diri, dia bisa turun di lokasi karena pada saat kondisi tersebut, si korban memaksa untuk berhenti hampir di tengah-tengah jalan. Kemudian upaya untuk menjauhi pelaku," tutur Rita.

Selanjutnya, korban diimbau segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dengan melampirkan bukti-bukti yang telah dikumpulkan.

"Kemudian bagaimana kita menyiapkan atau mendokumentasikan bukti-bukti dengan alat bukti rekaman dari handphone-nya bisa digunakan sebagai salah satu bukti, selain upaya penyidik untuk melakukan pembuktian melalui alat bukti elektronik yang lainnya," ungkap Rita.

"Kemudian, segera mungkin informasikan kepada layanan-layanan kami di 110, dan juga ada layanan SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) 129," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Abu Ubaidah Jubir Al-Qassam Saja Doakan Rudal Iran Hancurkan Israel, Mengapa Sebagian Kita Mencibir?
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemkot Padang Catatkan PAD Sektor Kuliner hingga Rp5,6 Miliar
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Disambangi Tito, Warga Desa Sekumur Curhat soal Air Bersih-Hunian
• 23 jam laludetik.com
thumb
Melejitnya Harga Plastik Bikin Pedagang Bumbu Dapur Menjerit, Terpaksa Digabung Biar Hemat
• 10 jam laludisway.id
thumb
Jadwal Semifinal Piala FA: Chelsea vs Leeds, Manchester City vs Southampton
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.