Polda Metro Jaya Dorong Tes Urine Berkala bagi Driver Taksi Online

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Polda Metro Jaya mengingatkan aplikator transportasi online untuk melakukan pengawasan ekstra terhadap mitranya. Imbauan ini merupakan butut dari kasus pencabulan dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang sopir taksi online Wendy Arie Harjanto (39) terhadap penumpang perempuan pada 14 Maret lalu di kawasan Jakarta Pusat.

Direktur Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO), Kombes Pol Rita Wulandari Wibowo mengimbau, agar para driver taksi online menjalani tes urine secara berkala.

"Untuk platform, kami juga memberikan imbauan, kiranya dari platform sendiri melakukan upaya pengecekan urine-nya secara rutin," kata Rita saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (6/4).

Hal ini berkaitan dengan pelaku Wendy, yang diketahui positif menggunakan sabu usai melakukan kekerasan seksual kepada penumpang.

Rita merekomendasikan agar tes urine rutin ini bekerja sama dengan stakeholder terkait dalam urusan penanganan korban kekerasan, seperti polisi dan Komnas Perempuan/KPAI. Hal ini merupakan upaya preventif untuk hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kiranya dari platform sendiri melakukan upaya pengecekan urine-nya secara rutin, mungkin bisa bekerja sama dengan kepolisian, atau mungkin dengan badan yang membidangi masalah penanganan korban secara rutin, kepada para driver untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan," tutur Rita.

Kaca Mobil Taksi Online Jangan Dibuat Gelap

Rita juga mengimbau agar perusahaan mengecek kendaraan yang digunakan para driver. Dalam hal ini, ia mencontohkan mobil yang digunakan Wendy dengan kondisi kaca yang sangat gelap hingga 80% sehingga aktivitas di dalam mobil tak terlihat dari luar.

"Kemudian juga pengecekan kepada kendaraan karena didapati kendaraannya tidak layak. Kita tidak bisa melihat kondisi situasi di dalam dengan kondisi kaca film kurang lebih 80%. Nah, ini kan mengantisipasi ketika terjadi permasalahan di dalam kendaraan, maka warga sekitar bisa membantu," ujar Rita.

Rita mengapresiasi perusahaan taksi online pelaku yang sangat kooperatif sehingga penanganan kasus berlangsung cepat. Rita mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke 110 bila menemukan atau mengalami hal tersebut di atas.

"Kiranya ada upaya-upaya perbaikan ke depannya, dan apabila mendapatkan informasi segera untuk melaporkan ke pihak yang berwajib di 110," ucap Rita.

Ia juga menekankan agar para driver dapat profesional dengan menjaga etika maupun batasan terhadap para penumpang. Hal tersebut penting kata Rita agar para penumpang merasa aman.

"Polda Metro Jaya juga sudah bekerja sama dengan beberapa platform untuk memberikan edukasi kepada para pengemudi bagaimana mereka melakukan profesinya sehingga tidak menimbulkan kecemasan atau rasa tidak aman daripada penumpang," ungkap Rita.

Rita meminta driver waspada akan kemungkinan terjadinya pelanggaran. Rita mendorong driver dapat memahami bila penumpang tidak nyaman.

"Kooperatif ketika memang penumpangnya itu dirasa tidak nyaman atau menemukan adanya hal-hal yang perlu ditindaklanjuti secara segera," ujar Rita.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Buka Opsi Impor Minyak Mentah dari Rusia
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Praja IPDN Berjibaku dengan Lumpur, Bersihkan Situs Bersejarah di Aceh Tamiang
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Melejitnya Harga Plastik Bikin Pedagang Bumbu Dapur Menjerit, Terpaksa Digabung Biar Hemat
• 13 jam laludisway.id
thumb
Soal Sanksi Kajari Karo dan Jajarannya, Komisi III DPR: Kami Serahkan ke Kejagung
• 6 jam lalujpnn.com
thumb
Bernardo Silva Tinggalkan Manchester City dengan Status Bebas Transfer
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.