JAKARTA, DISWAY.ID - Kenaikan harga plastik yang membuat barang dijual mahal tengah menjadi sorotan publik.
Diketahui harga plastik yang mahal terjadi dikarenakan konflik Iran vs AS-Israel yang hingga saat ini masih berlangsung.
Harga berbagai macam produk plastik yang mengalami kenaikan dikarenakan impor bahan baku plastik terganggung perang Iran vs AS-Israel.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan bahan baku utama plastik, yakni nafta masih bergantung pada impor dari kawasan tersebut.
"Ini bagian dari dampak perang. Kita itu, bahan baku plastik itu salah satunya adalah nafta. Nafta itu kita impor dari Timur Tengah," kata Budi di Kantor KSP, Jakarta pada Rabu, 1 April 2026.
BACA JUGA:Jenis-Jenis Plastik yang Harganya Naik Tiap Hari karena Konflik Timur Tengah
Konflik Iran vs AS-Israel diketahui menghambat distribusi bahan baku dari kawasan utama produsen energi dunia.
Akibatnya industri plastik domestik rentan terhadap gangguan eksternal.
Indonesia Impor Plastik dari Berbagai NegaraBerdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),pada Februari 2026 Indonesia impor plastik dan barang dari plastik (HS 39) senilai US$ 873,2 juta atau setara Rp 14,78 triliun yang dipasok dari berbagai negara.
Paling banyak impor pada Februari 2026 berasal dari China, US$ 380,1 juta.
BACA JUGA:Melejitnya Harga Plastik Bikin Pedagang Bumbu Dapur Menjerit, Terpaksa Digabung Biar Hemat
Lalu, disusul dari Thailand US$ 82,7 juta dan dari Korea Selatan (Korsel) US$ 66,7 juta.
Indonesia juga tercatat melakukan impor dari Amerika Serikat yang tengah berperang dengan Iran dengan nilai mencapai US$ 29,9 juta.
Kemudian, dari Arab Saudi, Vietnam, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Taiwan.
Dampak Harga Plastik NaikAkibat konflik Iran vs AS-Israel, kenaikan harga plastik.
- 1
- 2
- »




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547261/original/066320400_1775452314-1000112162.jpg)
