Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan tengah menyelesaikan persiapan kondisi operasional baru di Selat Hormuz. Perairan strategis itu ditutup sejak serangan AS–Israel ke Iran pada Februari lalu.
“Angkatan Laut IRGC sedang menyelesaikan persiapan operasional untuk rencana yang telah diumumkan oleh pemerintah Iran mengenai tatanan baru di Teluk Persia,” kata pihak IRGC pada Minggu (5/4), seperti dikutip dari AFP.
IRGC kemudian memperingatkan bahwa meski ada skema operasional baru, kondisi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelumnya, khususnya bagi AS dan Israel.
Pernyataan ini merupakan respons atas komentar terbaru Presiden AS, Donald Trump, terkait Selat Hormuz. Ia mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika jalur pelayaran di selat tersebut tidak kembali dibuka.
Saat ini Iran hanya membuka selat tersebut secara terbatas sejak serangan Israel–AS. Akibatnya, sekitar 20 persen aliran minyak dan gas bumi global terganggu.
Sementara itu, pada pekan ini anggota parlemen Iran tengah membahas usulan penerapan bea dan pajak bagi kapal yang melintasi selat tersebut.
Sejumlah negara juga tengah melobi Iran terkait pembukaan kembali jalur pelayaran. Yang terbaru, Oman dan Iran telah membuka pembicaraan untuk pelonggaran akses di Selat Hormuz.





