HARIAN FAJAR, TAKALAR – Kondisi jalan berlubang di sepanjang Poros Paddingin kembali menuai keluhan dari para pengguna jalan.
Kerusakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengendara sekaligus berpotensi merusak kendaraan yang melintas setiap hari.
Padahal, pada akhir tahun 2025 lalu, ruas jalan Sombalabella–Tonasa telah mendapat perbaikan berupa penambalan lubang oleh pihak rekanan, CV Pelangi.
Proyek tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan berkala yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR) Kabupaten Takalar dengan nilai anggaran mencapai ratusan juta rupiah.
Namun, baru sekitar lima bulan pascapengerjaan, aspal di sejumlah titik kembali terkelupas dan berlubang. Kondisi ini memicu dugaan bahwa proses pengerjaan tidak dilakukan sesuai standar teknis.
Salah seorang warga, Daeng Ngemba, menilai kualitas pekerjaan tersebut patut dipertanyakan. Ia menduga proses penambalan tidak melalui tahapan yang semestinya, seperti pemanasan aspal dan pemadatan menggunakan alat berat.
“Kalau dikerjakan asal-asalan seperti ini, hanya jadi pemborosan anggaran. Tidak ada manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya, Senin (6/4/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, anggaran pemeliharaan jalan di sejumlah ruas di Kabupaten Takalar pada tahun 2025 mencapai angka miliaran rupiah. Hal ini semakin memperkuat desakan masyarakat agar penggunaan anggaran tersebut diawasi secara serius.
Para pengguna jalan pun meminta aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri Takalar, untuk menelusuri dugaan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Takalar, Yudi, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diturunkan belum mendapat respons. (mgs)





