Kenaikan Tiket Pesawat Domestik Diawasi Ketat, Pemerintah Tetapkan Batas 13 Persen

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Tiket pesawat domestik dipastikan akan naik meski pemerintah berusaha mengendalikan harga akibat tekanan ekonomi global dan lonjakan harga energi, khususnya avtur. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri penerbangan dan daya beli masyarakat.

BACA JUGA:69 Ribu Santri Ikuti Ujian Akhir Nasional Pendidikan Kesetaraan, Ijazahnya Diakui Negara

 “Nah untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13%. Jadi harga tiket di kisaran 9-13% dengan langkah-langkah sebagai berikut,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin (6 April 2026).

 Ia menjelaskan, salah satu kebijakan utama  dengan memberikan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 11 persen. 

PPN ini diberikan khusus untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi. Pemerintah mengalokasikan subsidi sekitar Rp1,3 triliun per bulan. 

BACA JUGA:Harga Avtur Naik, Pemerintah Jaga Tarif Tiket Pesawat Tetap Terjangkau

Jika program berlangsung selama dua bulan, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp2,6 triliun.  

“Agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13%. Kemudian kebijakan fuel surcharge dan PPN DTP ini akan diberlakukan sesuai dengan program yang kemarin paket diumumkan yaitu dalam waktu 2 bulan juga,” jelasnya.

 Selain itu, pemerintah juga memberikan relaksasi sistem pembayaran antara Pertamina dan maskapai penerbangan melalui skema business to business. 

Langkah ini diharapkan dapat membantu arus kas maskapai di tengah meningkatnya biaya operasional. 

Tujuannya untuk memperkuat daya saing industri, pemerintah turut memberikan insentif berupa penghapusan bea masuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen.

BACA JUGA:Heboh Ledakan di Sidoarjo Bikin Geger, Warganet Kaget Dengar Suara Dentuman

Kata Airlangga, kebijakan ini dinilai mampu menekan biaya operasional maskapai sekaligus mendorong pertumbuhan industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) di dalam negeri. 

“Jadi suku cadang pesawat itu diberikan biaya masuk 0% sehingga diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan,” ujarnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamen Ekraf Tantang Generasi Muda Bangun Ekosistem Teater Musikal Kelas Dunia
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Satlantas Polres Konawe Utara Tambal Jalan Berlubang di Trans Sulawesi Konawe Utara
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Humaniora kemarin, Paskah hingga benda langit misterius di Lampung
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Ungkap Kasus Pelecehan Sopir Taksi Daring, Polisi: Modus Bangun Kepercayaan
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bahlil Buka Opsi Impor Minyak Mentah dari Rusia
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.