MALANG, KOMPAS.TV - Perajin tempe di sentra industri tempe Sanan Kota Malang mengeluhkan naiknya harga kedelai impor. Sejak beberapa pekan terakhir, harga bahan baku tempe yakni kedelai yang diimpor dari Amerika mengalami kenaikan. Kedelai yang sebelumnya Rp 9.800 per kilogram terus naik menjadi Rp 10.600.
Naiknya harga kedelai ini menurut perajin tempe terjadi sejak meletusnya perang Iran melawan Amerika Israel. Perajin tempe mengaku sejak harga kedelai naik, perajin harus memikirkan cara agar tetap bertahan dan menutup biaya produksi. Karena tidak mungkin menaikkan harga jual tempe, perajin terpaksa memperkecil ukuran tempe dari biasanya.
Menurut perajin, cara ini diambil agar bisa menutup biaya produksi seperti biaya gas LPG dan ongkos karyawan. Saat berjualan di pasar, perajin juga memberikan pemahaman kepada konsumen tentang kenaikan harga kedelai impor.
"Produksinya tetap, cuma ukurannya dikurangin 1 centimeter lebih kecil dari biasanya." Kata Afriantoro.
Perajin memperkirakan, melihat kondisi saat ini, harga kedelai diperkirakan masih akan mengalami kenaikan.
Penulis : KompasTV-Malang
Sumber : Kompas TV
- harga kedelai naik
- perajin tempe
- berita Malang





