Alcaraz antusias kembali sebagai juara bertahan di Monte-Carlo

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Petenis Spanyol Carlos Alcaraz antusias menyambut dimulainya musim lapangan tanah liatnya di Monte-Carlo, di mana ia kembali ke lapangan sebagai juara bertahan ajang ATP Masters 1000 di Monako tersebut.

"Saya sangat, sangat senang bisa kembali ke Monte-Carlo, turnamen pertama musim lapangan tanah liat, setidaknya bagi saya. Turnamen ini sangat bagus," kata Alcaraz dikutip dari ATP, Senin.

"Sejujurnya, saya sangat merindukan turnamen ini. Saya akan mencoba menikmati permukaan yang indah ini, turnamen yang indah ini, sebaik mungkin. Ini luar biasa."

"Berada di sini sebagai juara bertahan, itu adalah sesuatu yang jujur ​​​​saja tidak saya pikirkan. Saya hanya mencoba untuk berada dalam pola pikir yang baik dan mencoba untuk menjadi lebih baik setelah setiap latihan, dan mari kita lihat bagaimana hasilnya," ujar unggulan teratas itu.

Pada 2025, Alcaraz memulai musim lapangan tanah liatnya setelah dua kekalahan beruntun, dari Jack Draper di Indian Wells dan David Goffin di Miami. Namun, sejak kedatangannya di Monako, ia memenangi 33 dari 34 pertandingan berikutnya.

"Minggu ini benar-benar sangat penting. Ini adalah titik balik tahun 2025," kata Alcaraz.

"Setelah perasaan yang saya dapatkan di sini, saya menjadi semakin baik. Saya mengerti dan menyadari bagaimana seharusnya saya bermain setelah minggu ini."

"Itulah mengapa saya menjalani tahun yang luar biasa setelah ini. Saya ingat saya tidak bermain sebaik itu, tetapi semua yang terjadi setelah itu, itu adalah momen yang luar biasa bagi saya," ujar petenis peringkat satu ATP itu.

Baca juga: Alcaraz ungkap kunci jaga permainan di level teratas

Lapangan tanah liat selalu menjadi lahan yang menguntungkan bagi Alcaraz, yang telah memenangi 84,4 persen pertandingannya di permukaan tersebut, menurut statistik ATP.

Hanya Rafael Nadal (90,5 persen) dan Bjorn Borg (86,1 persen) yang memiliki persentase kemenangan lebih tinggi.

Alcaraz berusaha kembali ke jalur kemenangan setelah kalah pada babak ketiga di Miami dari Sebastian Korda.

"Saya mulai bermain tenis di lapangan tanah liat. Saya tumbuh besar bermain di lapangan tanah liat. Saya mulai bermain pada usia empat tahun dan saya tidak pernah menyentuh lapangan keras sampai usia delapan tahun, dan itu pun hanya sedikit, jadi saya selalu bermain di lapangan tanah liat," kata Alcaraz.

"Itulah mengapa saya merasakan sensasi bermain di musim lapangan tanah liat dan ketika musim lapangan tanah liat berakhir, Anda harus menunggu hampir satu tahun untuk bermain lagi. Jadi itu periode waktu yang sangat lama, setidaknya bagi saya."

Alcaraz, yang posisinya saat ini sebagai No.1 dunia sedang diincar Sinner, merasa percaya diri karena ia berhasil mengangkat trofi Monte-Carlo tahun lalu.

Petenis berusia 22 tahun itu akan menghadapi mantan petenis peringkat tiga dunia Stan Wawrinka atau Sebastian Baez pada babak kedua, setelah mendapatkan bye pada babak pertama.

"Saya rasa tidak ada turnamen yang lebih baik untuk memulai musim lapangan tanah liat selain di sini. Saya rasa, dari segi pemandangan, ini adalah turnamen terindah yang kita miliki di tur," ujar Alcaraz.

"Sangat estetis. Ketika lapangan tanah liat sangat bagus, sempurna di awal pertandingan, lapangannya sangat estetis. Benar-benar indah."

Baca juga: Marco Trungelliti petenis ranking 100 teratas tertua dalam 50 tahun

Baca juga: Iga Swiatek rekrut mantan pelatih Nadal, Francisco Roig


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Singgung Soal Karma, Lisa Mariana Diduga Diselingkuhi Sang Suami
• 3 jam lalucumicumi.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Sopir Taksi Online Lakukan Pelecehan Seksual di Mobil
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
JK Laporkan Rismon dan Semar Kasus Pencemaran Nama Naik ke Bareskrim
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ringankan Beban Maskapai, Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Dihapus
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Panduan Pemula: 7 Langkah Praktis Kirim Paket Ke Luar Negeri dari Rumah
• 12 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.