JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah menyiapkan Rencana Induk (Renduk) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan renduk tersebut nantinya akan diajukan dalam bentuk peraturan presiden (perpres).
"Jadi sekarang masih dalam proses finalisasi dan kemudian diajukan oleh Kementerian PPN/Bappenas untuk diterbitkan dalam bentuk Perpres yang menjadi acuan kita, untuk penganggaran," kata Pratikno usai rapat dalam konferensi pers di Kementerian PMK, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Baca juga: Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera Dimanfaatkan Jadi Material Huntara
Menurutnya, prioritas dalam renduk tersebut akan disusun oleh Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian bersama dengan Bappenas serta kementerian/lembaga terkait.
"Dan kemudian secepatnya itu akan segera dialokasikan sebab sekali lagi kecepatan adalah sangat penting dalam penanganan bencana," ucapnya.
Meski pemerintahan di tiga provinsi Sumatera sudah berjalan secara fungsional, namun masih banyak aspek yang perlu diselesaikan.
Sektor prioritas pembangunanMenurut Tito Karnavian yang juga Menteri Dalam Negeri, ada sektor yang harus dibenahi secara permanen seperti jalan hingga pembenahan sungai agar dibuat untuk permanen.
Diperkirakan, proses perbaikan ini memerlukan setidaknya waktu lebih kurang tiga tahun.
"Jadi inilah program pemulihan untuk masa, diperkirakan ya kalau kita estimasi tiga tahun sehingga dibuatkan Renduk, rencana induk oleh Bappenas untuk tiga tahun," ucap Tito
"Tapi nanti atas perintah Pak Menko PMK sebagai Ketua Tim Pengarah, kami akan melakukan review atas renduk itu mana yang prioritas penting yang harus dikerjakan di tahun 2026," sambungnya.
Baca juga: BRIN-WRI Dorong Pemulihan Pascabanjir Sumatera Berbasis Komunitas
Dia memastikan aspek terkait hunian tetap (huntap), jalan, dan sektor mendasar lainnya akan diselesaikan dan masuk renduk untuk tahun ini.
"Ya di antaranya tadi masalah huntap, jalan-jalan yang penting-penting, jalan-jalan utama, pokoknya yang sangat-sangat penting mendasar disarankan di tahun 2026 ini kita selesaikan," ucapnya.
Lebih lanjut, Tito memastikan semua pihak, baik pusat dan daerah, bekerja untuk membangun tiga provinsi Sumatera yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto sudah memberikan tambahan anggaran untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk pemulihan pascabencana.
"Bapak Presiden sudah memberikan tambahan TKD untuk seluruh kabupaten kota dan provinsi itu di 3 provinsi sebanyak 10,8 triliun. Saya sudah buat surat edaran penggunaannya adalah untuk penanganan percepatan penanganan bencana," tuturnya.
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini




