Baru Dibersihkan, Sampah Kembali Menggunung di Rusun Angke

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Tumpukan sampah kembali terlihat di area tengah Rusun Angke, Tambora, Jakarta Barat, hingga Senin (6/4/2026) sore.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sampah tampak menumpuk di sejumlah titik di dalam area rusun. Sampah yang mayoritas terbungkus plastik warna-warni itu terlihat berserakan di area penampungan sementara di gang permukiman.

Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Tambora, Harun, mengonfirmas kawasan tersebut sebenarnya sudah sempat dibersihkan pada Jumat hingga akhir pekan lalu. Namun, tumpukan sampah kembali muncul karena volume pembuangan yang tinggi.

Baca juga: Darurat Sampah di Rusun Angke: Jalan Tertutup, Bau Menyengat, Warga Bertahan Berminggu-minggu

"Iya, itu sebenarnya kemarin sudah selesai dibersihkan, tapi menumpuk lagi, itu sampah baru dari warga," kata Harun saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin.

Harun menjelaskan, titik penampungan sampah resmi di Rusun Angke hanya berada di area depan rusun. Sementara titik-titik lain di tengah permukiman bukanlah lokasi pembuangan yang ditetapkan.

"Tapi masih ada warga yang buang sampah di sana karena tidak dijaga sama pengurus di sana (rusun), padahal itu bukan tempat sampah ya sebenarnya, harusnya di depan karena kalau di belakang itu sulit untuk mobil bisa mengangkut," ucap Harun.

Foto: Satpel LH Kecamatan Tambora Area pembuangan sampah di Rusun Angke, Tambora, Jakarta Barat sempat bersih dari sampah pada Sabtu (4/4/2026) lalu.

Ia mengatakan penanganan sampah di wilayah Tambora dilakukan setiap hari dalam dua sif pelayanan, yakni pagi dan malam. Untuk area Rusun Angke, pengangkutan biasanya dimulai sejak pukul 05.00 WIB.

Namun, mobilitas pengangkutan belakangan terganggu akibat pembatasan kuota pembuangan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang setelah terjadi longsor. Kondisi ini membuat sebagian armada tidak dapat beroperasi secara optimal.

"Setelah Bantargebang longsor sampai detik ini, kuota di Satpel LH Tambora itu cuma 21 truk yang bisa membuang ke sana. Padahal total kami ada 35 kendaraan. Jadi ada 14 truk yang otomatis tidak dapat kuota," ucap Harun.

Baca juga: Sampah Menggunung di Rusun Angke Jakbar Berasal dari Limbah Konveksi

Selain keterbatasan armada, Harun juga menyoroti adanya beberapa titik pembuangan sampah tidak resmi di dalam kawasan rusun.

Menurut dia, kondisi tersebut dipicu perbedaan pengelolaan antara Rusunawa yang dikelola Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) dan Rusunami yang berada di bawah RW setempat.

Akibatnya, masing-masing wilayah membuat titik pembuangan sendiri, padahal seharusnya sampah dipusatkan di area depan gerbang rusun agar mudah diakses truk pengangkut.

"Ini masing-masing ego lokasi. Yang Rusunawa langsung UPRS, nah yang Rusunami RW bilang, 'oh ini wilayah saya, taruh di sini'. Jadi di kawasan itu ada empat titik pembuangan sampai ke ujung belakang," jelas Harun.

Kondisi tersebut menyulitkan petugas karena truk berukuran besar tidak dapat masuk ke gang sempit di dalam permukiman. Pihak Lingkungan Hidup sebelumnya telah mengumpulkan pengelola UPRS dan RW setempat agar titik pembuangan disatukan di area depan.

Namun, sebagian warga masih membuang sampah di area tengah permukiman, bahkan diduga juga berasal dari warga luar rusun yang memanfaatkan akses jalan kecil.

"Kemarin katanya yang bukan warga rusun, dari RW 3 pun ngebuangnya di situ juga karena ada akses jalan kecil. Intinya jangan ada ego lokasi lah. Kalau satu titik di depan kan mobil kita enak manuvernya, daripada maksain nyampe dalam," keluhnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

 Baca juga: Tumpukan Sampah di Rusun Angke Jakbar Sempat Setinggi Atap Rumah Warga

Ke depan, pihak Lingkungan Hidup telah berkoordinasi dengan Camat Tambora untuk mengubah lahan kosong yang kerap dijadikan tempat pembuangan liar menjadi taman bermain. Langkah ini diharapkan dapat mencegah warga kembali membuang sampah sembarangan di area tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Begini Cara MPMInsurance Perkuat Strategi Bisnis
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Prakiraan Cuaca 6 April: Empat Titik Sirkulasi Siklonik Terpantau, 10 Wilayah Siaga Hujan Sangat Lebat Besok
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tanaman Herbal untuk Kesehatan Mata
• 16 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kombinasi Makanan Sehat yang Bantu Turunkan BB
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ini Alasan Hoops Indonesia jadi Destinasi Wajib Anak Basket
• 21 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.