Menteri PU Pastikan Kesiapan Pasokan Air Irigasi dari Waduk Gajah Mungkur

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan kesiapan pasokan air irigasi dari Waduk Gajah Mungkur. Hal itu untuk mengantisipasi musim kemarau 2026 yang diperkirakan datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung hingga Desember 2026. Karena itu, Kementerian PU menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air, khususnya bagi sektor pertanian.

"Waduk ini harus tetap mampu menyuplai kebutuhan air, terutama untuk irigasi pertanian. Insyaallah aman, kita siapkan berbagai langkah agar kebutuhan air tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir," kata Dody dalam keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Terima Aduan Warga, Kementerian PU Perbaiki 21 Titik Jalan Cikopo-Sadang

Saat ini, Waduk Gajah Mungkur dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 25.000 hektare lahan pertanian melalui jaringan irigasi Colo Barat dan Colo Timur. Volume air yang tersedia mencapai sekitar 340 juta meter kubik dengan tampungan efektif sekitar 260 juta meter kubik.

Dia mengatakan untuk menjaga keberlanjutan fungsi waduk, Kementerian PU melakukan berbagai upaya pengendalian sedimentasi guna memperpanjang usia layanan bendungan. Salah satunya dengan mengoperasikan empat kapal keruk untuk mengurangi endapan sedimen di dalam waduk.

"Pengerukan dilakukan secara rutin. Selain itu, kita juga memasang sejumlah sistem seperti closure dike untuk menahan sedimen sebelum masuk ke waduk. Ada beberapa metode yang kita lakukan agar usia layanan bendungan bisa terus bertambah," ujar Dody.

Dia mengatakan, saat ini telah dibangun tiga unit closure dike yang berfungsi menahan sedimen dari aliran Sungai Keduang sebelum masuk ke waduk, sehingga mengurangi laju pendangkalan.

Selain itu, upaya konservasi juga dilakukan di wilayah hulu melalui penanaman pohon oleh Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama masyarakat guna memperbaiki kondisi daerah tangkapan air.

Baca juga: Evaluasi Mudik 2026, Menteri PU Catat Peningkatan Layanan dan Keselamatan

"Hulu yang rusak menjadi salah satu penyebab utama sedimentasi. Karena itu, kita ajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan penghijauan agar yang masuk ke waduk lebih banyak air dibandingkan sedimen," tutur Dody.

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah juga menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan serta memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pertanian untuk menjaga produktivitas pertanian nasional.

"Melalui pengelolaan waduk yang terpadu, Kementerian PU optimistis Waduk Gajah Mungkur tetap andal dalam mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan air nasional, khususnya di tengah tantangan kemarau panjang dan perubahan iklim," tutupnya.




(anl/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan Drone Iran Sasar Pusat Komando AS di Kuwait | KOMPAS PETANG
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Alasan Inara Rusli Ganti Nama Jadi Inarasati di Tengah Kontroversi Nikah Siri, Singgung Arti Nama
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Sinopsis JEJAK DUKA DIANDRA SCTV Episode 90, Hari Ini Senin 6 April 2026: Rahasia Kelam Mira Bikin Dimitri Syok, Nasib Diandra Kian Terjepit
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Gus Ipul Fokus Berdayakan Penerima Bansos, Bappenas dan Kemenkeu Dukung Penuh
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Terima Videonya Viral, Pria Palang Jalan di Sidoarjo Bakal Tempuh Jalur Hukum
• 9 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.