Astronot Artemis II Terpukau Fenomena Langka di Bulan

mediaindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita

EMPAT astronot dalam misi bersejarah Artemis II mengungkapkan kekaguman luar biasa saat menyaksikan pemandangan dari balik jendela kapsul Orion. Pilot misi, Victor Glover, menyampaikan kepada kru di bumi bahwa apa yang mereka lihat saat ini benar-benar sulit untuk digambarkan dengan kata-kata manusia.

Dalam komunikasi yang emosional dengan pusat kendali, Glover berkelakar mengenai keterbatasan bahasa manusia dalam memproses keindahan semesta.

"Saya tahu observasi ini tidak akan memiliki nilai ilmiah, tetapi saya sangat senang kita meluncur pada 1 April, karena manusia mungkin belum berevolusi untuk melihat apa yang sedang kami lihat," ungkap Glover.

Baca juga : Misi Artemis II Sukses Lintasi Sisi Jauh Bulan dan Pecahkan Rekor Jarak Terjauh

Salah satu astronot lainnya turut menimpali dengan nada yang sama, merasa otak mereka sulit memproses kemegahan di depan mata. "Ini benar-benar spektakuler, surealis... tidak ada kata sifat, saya harus menciptakan beberapa kata baru. Benar-benar tidak ada kata-kata untuk menggambarkan apa yang kami lihat di luar jendela ini."

Menatap Masa Depan di Planet Merah

Di tengah kekaguman tersebut, Glover sempat mendeskripsikan sebuah objek berwarna oranye kemerahan di kejauhan. Pusat kendali mengonfirmasi objek tersebut kemungkinan besar adalah planet Mars.

"Ini adalah kesempatan bagus untuk menatap masa depan, ke mana tujuan kita selanjutnya," ujar pihak kendali misi, merujuk pada ambisi jangka panjang manusia untuk mencapai Planet Merah.

Baca juga : Astronaut Artemis II Akan Saksikan Gerhana Matahari Total dari Sisi Jauh Bulan

Fenomena Gerhana dan Cahaya Bumi yang Memukau

Momen paling mendebarkan terjadi saat kru Artemis II mengamati periode gerhana matahari. Glover menggambarkan pemandangan korona matahari dan fenomena Earth shine (cahaya bumi yang memantul ke bulan) sebagai sesuatu yang menyerupai film fiksi ilmiah.

"Ini terus terasa tidak nyata. Matahari telah hilang di balik Bulan dan korona masih terlihat, sangat terang dan menciptakan halo di hampir seluruh bagian Bulan. Namun saat Anda melihat ke sisi Bumi, itu adalah cahaya Bumi yang sudah terpancar," jelas Glover.

Ia menambahkan betapa kontrasnya pemandangan tersebut. "Bumi begitu terang di luar sana dan Bulan seolah menggantung di depan kami. Orb hitam di depan kami sekarang, bukan kegelapan tetapi abu-abu yang menyatu dan melayang ke dalam kegelapan. Kami bisa melihat bintang dan planet di belakangnya."

Kerja Tim di Kedalaman Antariksa

Selama periode gerhana yang berlangsung sekitar 35 menit, kru dibagi menjadi dua tim: "tim jendela" dan "tim kabin". Angela Garcia, petugas sains misi Artemis, menjelaskan bahwa tim kabin bertugas mendukung pengamatan dengan mengoperasikan sensor dan berbagai kamera canggih yang telah disediakan NASA.

Meskipun sempat terjadi gangguan komunikasi berupa forward link loss of signal selama lima menit, observasi para astronot tetap berhasil terkirim ke tim sains di Bumi. Setelah sinyal kembali normal, keempat astronot melanjutkan tugas mereka mendokumentasikan setiap sudut keajaiban alam semesta yang belum pernah disaksikan langsung oleh mata manusia dalam puluhan tahun terakhir. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mentan Ungkap Stok Beras RI 4,6 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
BPOM Setujui Pelabelan Nutri Level di Kemasan Pangan Olahan, Ini 4 Kategorinya
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Promo Hari Ini: Harga Minyak Goreng Dijual Cuma Rp36 Ribu/2 Liter, Buruan Dibeli!
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Desak Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Tingkatkan Serangan Jika Tak Dipenuhi
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Industri Perhiasan Hadapi Hambatan Ekspor, Optimisme Tumbuh dari Pasar Domestik
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.