Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Naik Tembus US$114 per Barel

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia kembali meradang usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengultimatum Iran dan membuka wacana mengenakan tarif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Berdasarkan CNBC International pada Selasa (7/4/2026), harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 0,93% menjadi US$113,46 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis Brent untuk kontrak Juni naik 0,54% menjadi US$110,36 per barel.

Selat Hormuz, yang menjadi penghubung antara Teluk dan Samudra Hindia, sebagian besar berada dalam yurisdiksi perairan Oman dan Iran. Sebelum perang, sekitar 20% pasokan minyak global serta gas alam cair (LNG) dunia melintasi jalur ini.

Trump belakangan mengultimatum Iran agar membuka kembali Selat Hormuz dan menyetujui syarat-syarat Washington. Jika tidak, AS akan menyerang infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan fasilitas pembangkit listrik.

Trump menegaskan bahwa setiap kesepakatan dengan Iran harus mencakup pembukaan kembali jalur vital tersebut.

“Kita harus memiliki kesepakatan yang dapat saya terima, dan bagian dari kesepakatan itu adalah kita menginginkan lalu lintas minyak yang bebas,” kata Trump, Minggu (5/4/2026) malam.

Baca Juga

  • 3 Kapal Tanker Turki Berhasil Lewati Selat Hormuz dengan Selamat
  • Klaim Menang Lawan Iran, Trump Buka Peluang AS Pungut Tarif di Selat Hormuz
  • Harga Minyak Dunia Naik Lagi Usai Trump Ultimatum Iran soal Selat Hormuz

Di sisi lain, sejumlah laporan mengindikasikan Iran telah mulai mengenakan pungutan terhadap sebagian kapal yang diizinkan melintas.

Sementara itu, Trum mengeklaim Iran telah mengalami kekalahan militer. Narasi ini terus dia sampaikan sejak fase awal konflik meskipun Iran masih mempertahankan serangan drone dan rudal di kawasan serta terus memberlakukan blokade di Selat Hormuz.

Trump pun lantas membuka wacana AS akan memberlakukan tarif bagi kapal yang melewati Selat Hormuz usai mengeklaim kemenangan atas Iran tersebut.

Wacana ini secara implisit mengarah pada kebutuhan penguasaan militer langsung AS atas jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut.

“Bagaimana kalau kita yang mengenakan tarif? Saya lebih memilih itu daripada membiarkan mereka yang mendapatkannya. Mengapa tidak? Kita adalah pemenangnya. Kita menang,” ungkap Trump seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (7/4/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
60 Ribu Orang Penuhi Stadion, Bukan Nonton Bola tapi Saksikan Tilawah Al-Quran
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Gunung Slamet Naik Status Waspada, 21 Pendaki Turun via Jalur Baturaden
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Penolakan Warga Jadi Pertimbangan, Rencana Pembangunan KKMP di Lapangan Josenan Belum Final
• 2 jam lalurealita.co
thumb
Lebih 3,5 Juta Pemudik Manfaatkan Layanan Masjid Ramah Pemudik 2026
• 7 jam laludisway.id
thumb
Paolo Banchero Tampil Dominan, Orlando Magic Bungkam Detroit Pistons 123-107
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.