tvOnenews.com - Performa impresif Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Series 2026 sukses mengubah persepsi banyak pihak.
Skuad Garuda kini mulai disebut sebagai salah satu favorit kuat untuk merebut gelar Piala AFF 2026.
Perubahan signifikan ini tak lepas dari sentuhan pelatih anyar, John Herdman, yang membawa pendekatan taktik lebih modern.
Di bawah arahannya, permainan Indonesia terlihat lebih agresif, terstruktur, dan berani menghadapi lawan dengan level lebih tinggi.
Dalam FIFA Series 2026, Indonesia menunjukkan perkembangan mencolok.
- ANTARA FOTO/Fauzan
Dipimpin pemain seperti Rizky Ridho, Garuda tampil percaya diri meski berhadapan dengan tim yang memiliki peringkat FIFA lebih baik.
Kemenangan telak 4-0 di semifinal menjadi bukti nyata efektivitas lini serang Indonesia.
Pola permainan cepat dan organisasi tim yang rapi membuat lawan kesulitan mengimbangi.
Di partai final, Indonesia memang harus mengakui keunggulan Timnas Bulgaria dengan skor 0-1.
Namun, hasil tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.
Gol Bulgaria hanya tercipta melalui penalti, sementara secara permainan Indonesia justru mampu mendominasi, baik dari penguasaan bola maupun intensitas serangan.
Lonjakan performa Indonesia ini langsung mendapat perhatian dari media Vietnam, Dantri.
Mereka menilai Garuda telah berkembang menjadi ancaman serius di kawasan ASEAN.
“Penampilan impresif Indonesia melawan Bulgaria mengirimkan pesan kuat di Piala AFF. Meskipun berada 34 peringkat lebih rendah, Indonesia bermain sangat baik melawan tim Eropa,” tulis laporan Dantri.
Bahkan, media tersebut secara terang-terangan menyebut Indonesia berpotensi menggoyang dominasi tim-tim kuat seperti Timnas Vietnam dan Timnas Thailand dalam perebutan gelar juara.
Kehadiran John Herdman membawa perubahan fundamental dalam gaya bermain Indonesia.
Tim kini lebih mengandalkan transisi cepat, pressing tinggi, dan distribusi bola yang efisien.
Kombinasi pemain muda lokal dengan pemain keturunan juga membuat kedalaman skuad semakin kompetitif.
Ini menjadi salah satu faktor utama peningkatan performa dalam waktu singkat.
Secara global, pendekatan seperti ini memang menjadi tren dalam sepak bola modern, mengutamakan intensitas permainan dan fleksibilitas posisi.
Meski gagal juara di FIFA Series 2026, kekalahan tipis dari Bulgaria justru dianggap sebagai indikator peningkatan kualitas tim.




