Penulis: Octavian Dwi
TVRINews, Semarang
Kementerian Luar Negeri menyebut Jawa Tengah memiliki banyak produk budaya yang dapat menjadi salah satu kekuatan diplomasi Indonesia dengan negara-negara lain di dunia.
Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Heru Subolo, saat berkunjung ke Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 6 April lalu.
“Jawa Tengah memilik segalanya. Potensinya ada, produknya luar biasa, kebudayaan ada, pariwisata ada," kata Heru dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Selasa, 7 April 2026.
Menurut Heru, langkah yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan menjadi manajer marketing yang mempromosikan langsung potensi wilayahnya dinilai sudah tepat.
"Apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah sangat luar biasa. Kami dari Kementerian Luar Negeri akan mengakselerasi itu,” Lanjutnya.
Ia juga menyoroti Jawa Tengah yang sudah memiliki kerja sama dalam bentuk sister province dan sister city dengan provinsi dan kota di berbagai negara. Kerja sama tersebut menjadi sebuah infrastruktur yang sudah terjalin dan akan terus diperkuat.
"Ke depan, kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri, Gubernur Jawa Tengah, dan perwakilan kita di luar negeri akan lebih mudah dalam rangka promosi, Capacity building, dan sebagainya," jelas Heru.
Potensi produk budaya yang dimiliki hingga kerja sama yang sudah terjalin tersebut, menjadi salah satu instrumen penting dalam pengembangan diplomasi soft power. Menurut Heru, diplomasi soft power ini berkaitan dengan nilai-nilai produk budaya yang bisa memperkuat politik luar negeri Indonesia.
Kementerian Luar Negeri ingin dunia mengenal Indonesia bukan sebagai kekuatan politik atas dasar bidang pertahanan semata, apalagi melalui perang. Tapi dunia harus mengenal Indonesia dari budaya yang luar biasa, adiluhung, harmoni, dan aman. Nilai-nilai itu yang tidak banyak dimiliki oleh negara lain.
"Jawa Tengah memiliki itu semua. Kementerian Luar Negeri sangat terbantu sekali dengan apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah dan jajarannya dalam rangka memperkuat diplomasi soft power ini," ungkapnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, Kementerian Luar Negeri telah memberikan arahan terkait diplomasi soft power. Hal ini ditangkap pihaknya sebagai kesempatan emas, menyasar potensi investasi dari luar negeri.
"Ini menarik sekali jika kementerian luar negeri bisa menjembatani agar investasi di tempat kami bisa lebih berkembang. Baik segi budaya, perdagangan, maupun tourism," kata Ahmad Luthfi.
Ke depannya, Pemprov Jateng akan meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri. Di mana Kementerian Luar Negeri menjadi penghubung yang membantu perwakilan Jawa Tengah ketika berada di berbagai negara.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri juga dapat menghubungkan dengan diaspora Indonesia yang ada di berbagai negara. Dengan tujuan membantu mengembangkan promosi produk dari Jawa Tengah di negara tempat diaspora tinggal. Misalnya, produk UMKM yang sudah ekspor akan lebih berkembang jika mendapatkan dukungan dari diaspora.
Editor: Redaksi TVRINews





