Tujuh juru parkir (jukir) di kawasan Manyar Kertoarjo, Surabaya, mulai mengurus aktivasi rekening untuk pembagian hasil, setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (7/4/2026) pagi sampai siang hari ini.
Trio Wahyu Bowo Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengatakan, menindaklanjuti pembekuan 600 jukir yang belum melakukan aktivasi, Dishub Surabaya melakukan sidak sejak pukul 07.00 sampai 11.30 WIB.
Hasilnya, di wilayah Manyar Kertoarjo telah ada tujuh jukir yang mau membuat rekening untuk mendukung program digitalisasi parkir, meski mediasi sempat berjalan alot.
“Menindaklanjuti surat kami terkait pembekuan 600 jukir yang tidak mendukung digitalisasi parkir, Alhamdulillah hari ini di Manyar kurang lebih tujuh jukir sudah berkenan mengurus aktivasi rekening,” katanya, Selasa (7/4/2026).
Salah satu penyebab alotnya jalan mediasi adalah karena pihak Paguyuban Jukir Surabaya (PJS) tidak sepakat dengan pembagian hasil 60 persen untuk Pemkot dan 40 persen untuk PJS.
Menurut Trio, pembagian hasil 60:40 persen itu sudah paling ideal. Karena, dari 60 persen itu akan dipakai Pemkot untuk perbaikan bahu jalan, pedestrian, dan lain sebagainya.
“Kalau mereka menuntut 70 persen untuk jukir dan 30 persen untuk Pemkot, kami nggak bisa. Karena kami juga ada fasilitas perbaikan-perbaikan yang menjadi tanggung jawab Pemkot. Saya rasa angka 40 persen ini sudah bagus,” jelasnya.
Sementara hingga selesai sidak yang digelar hari ini, masih ada 536 jukir yang belum melakukan aktivasi rekening.
Sedangkan 64 jukir telah melakukan aktivasi pada Senin (6/4/2026) sore sampai Selasa siang ini.(kir/lta/faz)




