WHO Apresiasi Pendekatan One Health Indonesia untuk Kurangi Risiko Penyakit Zoonosis Prioritas

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Arsip. Tim gabungan Kementerian Kesehatan RI–WHO melakukan surveilans di pasar unggas di Surabaya sebagai bagian dari program percontohan di lima provinsi pada tahun 2025. (Sumber: Feni Aprilia/WHO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam memperkuat pendekatan One Health guna mengurangi risiko penyakit zoonosis. Hal ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Sedunia.

Pendekatan One Health menekankan keterkaitan erat antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan, sehingga penanganannya memerlukan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah Indonesia, dengan dukungan WHO dan para mitra, dinilai berhasil memperluas upaya pencegahan, surveilans, serta respons terpadu.

Perwakilan WHO untuk Indonesia, N. Paranietharan, menyatakan bahwa Indonesia menunjukkan bagaimana aksi multisektoral yang terkoordinasi mampu menekan risiko penyakit zoonosis.

“Indonesia menunjukkan cara aksi multisektoral yang terkoordinasi dapat mengurangi risiko kita dari penyakit zoonosis,” kata Paranietharan dalam siaran pers WHO yang diterima Kompas.tv, Selasa (7/4/2026).

“Dengan kerja sama sektor kesehatan, pertanian, kedokteran hewan, dan lingkungan, Indonesia memperkuat deteksi dini, meningkatkan respons, dan melindungi masyarakat dengan risiko tertinggi.”

Secara global, penyakit zoonosis dilaporkan mencakup lebih dari 60 persen penyakit menular yang telah dikenal dan hingga 75 persen penyakit baru.

Baca Juga: WHO Ingatkan Ancaman Bencana Nuklir di Iran, Serangan Dekat PLTN Bushehr Picu Kekhawatiran Global

Penyakit ini memengaruhi lebih dari 2 miliar orang dan menyebabkan lebih dari 2 juta kematian setiap tahun. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi risiko tinggi akibat faktor perubahan iklim, degradasi lingkungan, serta interaksi manusia dan hewan.

Upaya One Health di Indonesia difokuskan pada penyakit prioritas seperti flu burung, leptospirosis, antraks, dan rabies. Pada 2025, WHO mendukung uji coba surveilans terpadu flu burung di lima provinsi dengan pasar unggas tradisional sebagai titik peringatan dini.

Sementara itu, penguatan surveilans dan respons terhadap leptospirosis membantu menekan angka kematian di wilayah rawan banjir. Dukungan juga diberikan untuk pelatihan petugas kesehatan dalam penanganan antraks serta penguatan surveilans dan pemberdayaan masyarakat dalam pengendalian rabies.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • WHO
  • one health
  • hari kesehatan dunia
  • penyakit zoonosis
  • one health indonesia
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahagianya Karyawan Difabel Rokok HS, Dapat Kesempatan Kerja Plus Mess
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Ditjenpas Maluku Sumbang 30 Kantong Darah untuk PMI Ambon
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Sinopsis ISTIQOMAH CINTA SCTV Episode 58, Hari Ini Selasa 7 April 2026: Khansa Disekap di Pulau Terpencil
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Avtur Melonjak 70%, Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Tiket Tetap Terjangkau
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KA Bangunkarta Anjlok di Brebes dan Dampaknya
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.