Polda Banten mengatakan proses perekrutan anggota Polri 2026 sudah dibuka. Mereka meminta agar pendaftar hati-hati dan tidak percaya kepada calo.
Adapun tahapan seleksi Akpol, Bintara, dan Tamtama Tahun Anggaran 2026 telah dimulai sejak pendaftaran online dan verifikasi pada 9-30 Maret 2026. Tahapan selanjutnya meliputi penandatanganan pakta integritas, pemeriksaan administrasi awal, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, ujian akademik, hingga berbagai tahapan lanjutan yang akan berlangsung sampai pertengahan tahun 2026 sebelum memasuki seleksi tingkat pusat.
"Polda Banten menegaskan komitmennya dalam melaksanakan proses seleksi secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH)," ucap Wakapolda Banten Brigjen Hendra Wirawan, Selasa (7/4/2026).
Hendra mengimbau masyarakat tidak terpengaruh praktik percaloan yang menjanjikan kelulusan di luar prosedur resmi.
"Kami tegaskan tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun, serta tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun kecurangan dalam seleksi ini," ujarnya.
Hendra menyampaikan peserta seleksi harus mempercayai kemampuan diri sendiri. Ia menyebut, tak ada pihak yang bisa membantu di luar prosedur resmi.
"Kami mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses ini. Percayalah pada kemampuan diri sendiri, karena kelulusan ditentukan oleh hasil kerja keras dan kompetensi, bukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.
Polda Banten berharap seluruh proses rekrutmen anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan dengan baik serta mampu menghasilkan calon anggota Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas tinggi demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
(aik/azh)





