Makassar Kebut Proyek PSEL, Lahan dan Akses Jalan Mulai Dimatangkan

terkini.id
5 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Manggala, Selasa (7/4/2026), guna memastikan kesiapan lahan dalam percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari langkah awal Pemerintah Kota Makassar pasca penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) proyek strategis nasional tersebut, dengan fokus utama pada proses pembebasan lahan sebagai prasyarat pembangunan.

Dalam keterangannya, Munafri—yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa pemerintah kota memiliki tanggung jawab penuh dalam memastikan ketersediaan lahan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemetaan batas wilayah yang akan diajukan ke pemerintah pusat.

“Proses pematangan ini menjadi tanggung jawab pemerintah kota untuk memastikan ketersediaan lahan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kebutuhan lahan untuk proyek PSEL diperkirakan mencapai sekitar 7 hektare. Namun demikian, Pemkot Makassar akan menyiapkan hingga 8 hektare guna memberikan fleksibilitas dalam perencanaan desain dan pembangunan fasilitas.

“Permintaannya sekitar 7 hektare, tetapi kita siapkan hingga 8 hektare agar layout pabrik lebih fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhan teknis,” jelasnya.

Selain aspek pembebasan lahan, Appi juga meninjau kondisi akses dan jalur distribusi di kawasan TPA. Pemerintah kota berencana membuka akses jalan baru guna mendukung mobilitas alat berat dan kelancaran proses konstruksi.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur pendukung menjadi faktor penting dalam memastikan proyek dapat berjalan optimal tanpa hambatan teknis di lapangan.

“Supaya proses kerja lebih fleksibel, kita akan membuka akses-akses baru agar pergerakan alat berat dan aktivitas konstruksi bisa berjalan maksimal,” katanya.

Lebih lanjut, Appi menekankan bahwa proyek PSEL yang diperkirakan bernilai investasi sekitar Rp3 triliun tersebut tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan sampah, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kita sangat bersyukur mendapatkan kepercayaan ini. Nilainya besar dan manfaatnya juga luas, bukan hanya soal sampah, tetapi juga dampak sosial bagi masyarakat,” tuturnya.

Wali Kota Makassar juga menyampaikan optimisme bahwa target waktu persiapan yang ditetapkan pemerintah pusat dapat dipenuhi. Ia memastikan seluruh sumber daya akan dimaksimalkan guna menjaga progres proyek tetap sesuai jadwal.

Di sisi lain, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk meninjau pembenahan sistem pengelolaan sampah di TPA.

Appi menegaskan bahwa pembangunan PSEL harus berjalan beriringan dengan transformasi sistem pengelolaan sampah dari metode open dumping menuju sanitary landfill.

Pemerintah Kota Makassar menargetkan, pada tahun 2026, sistem open dumping tidak lagi digunakan dan telah sepenuhnya beralih ke sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.

“Peralihan ini harus berjalan bersamaan dengan pembangunan PSEL agar pengelolaan sampah kita lebih maksimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Makassar dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada energi terbarukan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Supplier MBG di Kendal Ngamuk Tuntut Tagihan Rp141 Juta Dibayarkan
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Lagi, Prajurit TNI Penjaga Perdamaian jadi Korban Serangan
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia Vs Malaysia di Piala AFF Futsal 2026
• 5 jam lalubola.com
thumb
Simak Deretan Saham yang Bisa Kasih Cuan Hari Ini
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Panggil Airlangga, Purbaya, hingga Gubernur BI ke Istana, Bahas Apa?
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.