Purbaya Sebut Keputusan Tak Naikkan Harga BBM Subsidi Arahan Langsung Presiden

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Purbaya menyebutkan, tugasnya adalah menerjemahkan arahan Presiden ke dalam perhitungan fiskal yang matang dengan mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi.

Purbaya Sebut Keputusan Tak Naikkan Harga BBM Subsidi Arahan Langsung Presiden. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan untuk menahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. 

Purbaya meluruskan bahwa keputusan strategis tersebut bukanlah hasil pemikiran satu instansi saja, melainkan produk kerja kolektif lintas kementerian.

Baca Juga:
BBM Tak Naik, Purbaya Ungkap Strategi Jaga Defisit APBN Tak Lebihi 3 Persen dari PDB

Purbaya menyebutkan, tugasnya adalah menerjemahkan arahan Presiden ke dalam perhitungan fiskal yang matang dengan mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi di tengah fluktuasi harga energi global.

"Tapi saya tekankan di sini, itu bukan kerjaan saya sendiri. Itu kerjaan gabungan kementerian yang lain juga. Yang lebih penting lagi, itu semua dikerjakan setelah mendapat arahan dari Pak Presiden," ujar Purbaya kepada media di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga:
Menkeu Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun 2026

Purbaya menekankan pentingnya koordinasi di bawah kepemimpinan kepala negara. Dia mengakui bahwa terkadang peran sentral Presiden dalam pengambilan kebijakan teknis jarang terekspos ke publik.

"Jadi saya sering lupa bilang itu. Jadi saya itu cuma tangannya Presiden saja. Tapi kadang-kadang kita nggak ngomong itu," jelas Purbaya.

Baca Juga:
Purbaya Tegaskan Tak Ada Kenaikan BBM Subsidi hingga Akhir Tahun: Masih Punya Cadangan Rp440 Triliun

Lebih lanjut, Purbaya memaparkan proses di balik layar sebelum kebijakan tersebut diresmikan. Kementerian Keuangan secara intensif melakukan simulasi dampak ekonomi berdasarkan berbagai tingkat harga minyak mentah dunia, mulai dari USD80 hingga USD100 per barel. 

Data-data inilah yang kemudian disodorkan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan.

"Jadi kebijakan (tidak menaikan BBM) kemarin itu semuanya sudah mendapat arahan. Jadi kadang-kadang kita menjalankan saja. Kadang-kadang kalau ditanya kita kasih opsi," tuturnya.

Proses dialog antara tim ekonomi dan Presiden dilakukan secara bertahap melalui serangkaian rapat koordinasi guna memastikan ketahanan APBN tetap terjaga meskipun harga minyak melonjak.

"Jadi waktu misalnya BBM kemarin, Presiden tanya begini, bagaimana dampaknya? (Saya jawab) Oke Pak, saya hitung dulu. Dia bilang oke kami hitung. Meeting berikutnya kita buat hitungannya. Harga USD80 per barel gimana? Segini. Harga USD90? segini. Harga USD100? segini," kata Purbaya.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
NCT JNJM Dipastikan Mampir ke Jakarta untuk Gelar Fanmeeting Tahun Ini
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
5 Desa di Aceh Tengah Terisolasi Lagi Imbas Jembatan Darurat Ambruk
• 15 jam laludetik.com
thumb
Bulan Apa Setelah Syawal? Simak Urutan dan Tanggalnya di 2026
• 12 jam laludetik.com
thumb
Iran siapkan respons terhadap rencana gencatan senjata AS
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Seskab Teddy Bertemu Ketum HIPMI: Bahas Tantangan-Peluang UMKM
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.