Bos Danantara Buka Suara Soal Opsi KCIC Diambil Alih Kemenkeu

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Skema KCIC diambil Kemenkeu memang menjadi salah satu opsi yang dibahas pemerintah untuk menyelesaikan masalah pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut.

Bos Danantara Buka Suara Soal Opsi KCIC Diambil Alih Kemenkeu. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, buka suara soal kemungkinan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil alih PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), konsorsium yang mengelola Kereta Cepat Whoosh. 

Dony menyebut, skema KCIC diambil alih Kemenkeu memang menjadi salah satu opsi yang dibahas pemerintah untuk menyelesaikan masalah pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut.

Baca Juga:
AHY soal Wacana Kereta Cepat Sampai Surabaya: Kita Harus Belajar dari Pengalaman Terdahulu

"Iya, kemungkinan, insyaallah mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kita pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update karena kalau sekarang belum final kita update nanti takut ramai lagi," kata Dony kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Dony menerangkan, maksimal dua bulan semua opsi penyelesaian masalah kereta cepat selesai dibahas dan berbuah keputusan. Termasuk opsi ambil alih KCIC oleh Kementerian Keuangan.

Baca Juga:
AHY Terus Kawal Utang Whoosh, Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Tetap Masuk Rencana

"Masih ada beberapa opsi pokoknya. Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, Opsi B, tapi 1-2 bulan ini akan selesai," ujar Dony.

Baca Juga:
Arus Mudik Naik Kereta Cepat Meningkat, Penumpang Whoosh Tembus 185 Ribu Penumpang

Sementara itu, terkait konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dalam KCIC yang terdiri dari beberapa perusahaan pelat merah seperti PT KAI, PT WIKA, PT Jasa Marga, hingga PTPN, Dony belum bisa menjelaskan akan menjadi seperti apa.

Dia menekankan pemerintah akan membuat semua BUMN bekerja sesuai porsi dan keahliannya masing-masing. Dia mencontohkan WIKA yang masuk dalam konsorsium tersebut akan fokus hanya pada urusan usaha kontraktor, tak lagi mengurus urusan kereta cepat.

"Itu kita beresin sekalian, kan kita maunya sekali selesai tuntas semua kita kembalikan lagi ke porsinya, misalnya WIKA memang bukan bidangnya di situ kita akan fokus ke kontraktor. Nanti satu per satu kita bereskan. Kita maunya semua yang diselesaikan tuntas," kata Dony.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ledakan di Pabrik Baja Sidoarjo Akibatkan Satu Orang Tewas
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Real Madrid vs Bayern Munich Tak Tayang di TV Nasional, Klik Link Streaming di Sini!
• 36 menit laluviva.co.id
thumb
Agresif Mengincar Pasar di 11 Kota Besar, Changan Menyasar Segmen Keluarga Muda untuk Beralih ke Mobil Listrik
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menteri HAM Natalius Pigai Desak Transparansi Peradilan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Rutan Dumai Libatkan APH Gelar Razia dan Tes Urine, Wujudkan Lingkungan Bersih Narkoba
• 10 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.