Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menyatakan bahwa sejumlah komoditas pangan strategis seperti jagung, gula, telur ayam, dan daging ayam diproyeksikan mengalami surplus pada Mei 2026. Hal tersebut merujuk pada data neraca pangan nasional hingga periode tersebut.
Amran menyebutkan bahwa stok pangan strategis ini diharapkan cukup untuk menghadapi tantangan iklim, termasuk potensi musim kemarau akibat fenomena El Nino "Godzilla".
"Tantangan pangan semakin kompleks, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta perubahan iklim. Namun, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional hingga Mei 2026, pangan strategis nasional berada pada kondisi surplus dan relatif aman," ujar Amran dalam Rapat Kerja di Gedung DPR, Selasa 7 April 2026.
Dalam rinciannya, gula konsumsi diproyeksikan surplus 632 ribu ton dengan total ketersediaan 1,81 juta ton. Daging ayam juga diprediksi surplus 837 ribu ton dari proyeksi suplai sebesar 2,52 juta ton.
Sementara itu, pasokan telur ayam nasional diprediksi surplus 423 ribu ton dengan ketersediaan 3,16 juta ton. Komoditas jagung mencatatkan proyeksi surplus terbesar yakni 4,35 juta ton dengan mempertimbangkan ketersediaan sebesar 11,49 juta ton.
Selain memastikan ketersediaan pasokan, Amran menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga harga komoditas pangan tetap stabil pasca Ramadan dan Idulfitri. Harga beras medium, beras SPHP, kedelai, dan bawang putih pada periode 21 Maret hingga 5 April tercatat berada 3 hingga 7 persen di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).
Bahkan, harga rata-rata cabai merah keriting juga relatif terkendali pada kisaran 18 persen di bawah HET. Kondisi ini turut memicu penurunan inflasi pangan nasional.
"Secara umum, harga pangan terkendali. Di saat bulan puasa, beberapa harga komoditas berada di atas HET tapi terkendali, dan inflasi pangan pun menunjukkan penurunan menjadi 1,58 persen di Maret 2026," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





