JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meminta pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional.
Penguatan cadangan pangan diperlukan dalam mengantisipasi kondisi geopolitik hingga perubahan iklim yang terjadi.
"Komisi IV DPR RI meminta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah serta memastikan stabilisasi pasokan dan harga pangan di tengah dinamika global dan perubahan iklim," ujar Titiek dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang membahas ketahanan pangan nasional, dikutip dari siaran Youtube TVR Parlemen, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Mentan Jamin Stok Pangan Aman di Tengah Ancaman El Nino
Dalam rapat tersebut, Titiek menekankan pentingnya meningkatkan produksi sejumlah komoditas pangan.
Untuk mewujudkannya, ia mendorong pemerintah memastikan tersedianya benih dan pupuk, penguatan irigasi, hingga dukungan alat untuk petani.
"Upaya menjaga ketahanan pangan harus dilakukan secara terpadu, mulai dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, hingga stabilisasi distribusi dan harga pangan," ujar Titiek.
Baca juga: Mentan Sebut Stok Beras 4,6 Juta Ton, Aman Hadapi Potensi El Nino 6 Bulan
Mentan Pastikan Stok Pangan AmanMenteri Pertanian (Mentan) yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengungkap, komoditas pangan seperti jagung, gula, telur ayam, dan daging ayam diproyeksikan surplus pada Mei 2026.
Proyeksi surplusnya sejumlah komoditas pangan tersebut diyakininya membuat Indonesia mampu menghadapi fenomena El Nino.
"Tantangan pangan semakin kompleks, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik serta perubahan iklim. Namun, berdasarkan proyeksi neraca pangan nasional hingga Mei 2026, pangan strategis nasional berada pada kondisi surplus dan relatif aman," ujar Amran dalam RDP.
Baca juga: Mentan Proyeksikan Jagung hingga Daging Ayam Surplus, Aman Hadapi El Nino
Ia menyampaikan, gula konsumsi diproyeksikan surplus 632 ribu ton berdasarkan proyeksi ketersediaan sebesar 1,81 juta ton dan kebutuhan sebesar 1,18 juta ton.
Selanjutnya, daging ayam juga diproyeksikan surplus 837 ribu ton dengan mempertimbangkan proyeksi suplai sebesar 2,52 juta ton dan kebutuhan sebesar 1,68 juta ton.
Lalu, pasokan telur ayam nasional diprediksi surplus 423 ribu ton berdasarkan proyeksi ketersediaan sebesar 3,16 juta ton dan kebutuhan sebesar 2,73 juta ton.
Sedangkan jagung juga diproyeksikan surplus 4,35 juta ton, dengan mempertimbangkan proyeksi suplai sebesar 11,49 juta ton dan kebutuhan sebesar 7,13 juta ton.
Di samping itu, Amran menjelaskan bahwa stok pangan nasional mencapai 28 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sekitar 2,6 juta ton per bulan.
Baca juga: Hadapi Ancaman Godzila El Nino, Anggota DPR Minta Pompanisasi Berbasis Tenaga Surya
Sehingga stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia hingga 10–11 bulan ke depan.
"Kalau terjadi El Nino, produksi kita masih ada sekitar 2 juta ton per bulan. El Nino diperkirakan enam bulan, sementara persiapan kita mencapai 10–11 bulan. Artinya aman,” kata Amran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




