JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah mempercepat langkah penguatan cadangan pangan nasional sebagai respons terhadap potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memicu kemarau lebih panjang dan kering pada 2026.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus menekan risiko lonjakan harga akibat penurunan produksi pertanian.
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kondisi stok saat ini jauh lebih siap dibandingkan tahun sebelumnya.
"Ada El Nino, kita perlu melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan. Sekarang ini capaian kita stok cadangan beras pemerintah 4,4 juta ton, insyaallah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Jadi persiapan kita jauh lebih baik dibanding sebelumnya." tukasnya, mengutip Antara, Selasa (7/4)
Baca Juga: Minta Perbaikan Fasum, Bupati Lucky Tolak Koin Petambak di Indramayu | INDONESIA UPDATE
5 Strategi Utama Hadapi El Nino
Untuk menghadapi ancaman kekeringan dan gangguan produksi pangan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah konkret:
1. Penyerapan gabah oleh Bulog
Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap hingga 4 juta ton gabah dari petani pada 2026 guna memperkuat cadangan beras.
2. Pembangunan gudang dan infrastruktur pascapanen
Kapasitas penyimpanan ditingkatkan melalui pembangunan gudang serta fasilitas pendukung lainnya agar hasil panen tetap terjaga.
3. Perluasan pompanisasi
Program penyediaan air dengan pompa akan diperluas hingga mencakup 2,2 juta hektare lahan sawah pada 2026.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- el nino
- stok pangan
- cadangan beras
- ketahanan pangan
- bulog indonesia
- pompanisasi sawah





