Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah upaya pengembangan motor baru V4, Yamaha justru mengalami hasil buruk di awal musim MotoGP 2026.
Setelah tiga seri, mereka hanya mengoleksi sembilan poin di klasemen konstruktor.
- Facebook/Monster Energy Yamaha MotoGP
Situasi ini diperparah di MotoGP Amerika 2026, di mana keempat pembalap Yamaha finis di posisi terbawah.
Masalah teknis yang belum terpecahkan menjadi sorotan utama.
Rins mengungkap motornya sulit dikendalikan, bahkan tidak berfungsi dengan baik saat sesi penting.
“Dalam run kedua saat pra-kualifikasi, motor tidak bekerja. Saya melebar di setiap tikungan. Saya tidak bisa membelok, mengubah arah, atau melakukan apa pun,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membuatnya kehilangan motivasi.
“Ada momen ketika saya tidak menikmati balapan, dan saya sampai bertanya pada diri sendiri, ‘Apa yang kita lakukan?’” katanya.
Situasi Yamaha semakin kompleks setelah Fabio Quartararo mengakui timnya belum menemukan solusi atas masalah motor V4 mereka.
Bahkan, bos Yamaha Paolo Pavesio sebelumnya menyebut timnya masih memiliki sangat banyak pekerjaan rumah untuk kembali dalam persaingan.
"Situasi yang benar-benar aneh. Kami seperti memiliki gunung yang harus didaki untuk kembali kompetitif," kata Paolo Pavesio.
(aes)




