Purbaya Pede Ekonomi RI Tahun Ini Bisa Tumbuh Dekati 6%, Bagaimana Skenarionya?

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih percaya diri ekonomi Indonesia mampu tumbuh mendekati 6% pada 2026 meski ada dampak dari perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Ia menyebut ada sejumlah faktor yang akan mendukung target tersebut, di antara belanja yang tepat sasaran.

“Pertama, pemerintah akan memastikan semua belanja tepat waktu, tepat sasaran, enggak ada yang bocor dan program-program unggulan akan dimonitor supaya jalan dengan baik,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4). 

Ia juga akan memastikan belanja pemerintah akan dilakukan secara merata hampir di sepanjang tahun. Hal ini, kata dia, berbeda dengan biasanya. 

“Dulu kan biasanya kumpul pada kuartal keempat sehingga dampak ekonominya enggak optimal. Kami sekarang upayakan supaya lebih optimal,” kata dia. 

Selain itu, Purbaya juga menegaskan akan memperbaiki iklim investasi. Salah satunya dengan menaruh perhatian pada permasalahan yang menghambat investasi. 

“Seperti penggalakan Satgas Debottlenecking yang menurut Bapak Presiden bagus dan perlu dilanjutkan” kata dia. 

Adapun Purbaya juga mengungkapkan alasan di balik membengkaknya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang nilainya mencapai Rp 240,1 triliun hingga Maret 2026. Defisit ini setara 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Menurut Purbaya, pelebaran defisit merupakan konsekuensi dari strategi pemerintah yang mempercepat belanja negara sejak awal tahun. Kondisi tersebutberbeda dari pola sebelumnya yang cenderung menumpuk di akhir tahun.

“Itu kan defisit yang membesar, kenapa? Karena kami percepat belanja pemerintah. Saya ingin menciptakan belanja yang lebih merata sepanjang tahun, supaya dampak ekonominya lebih optimal,” ujarnya dalam konferensi pers Kebijakan Transportasi dan BBM di kantornya, Senin (6/4).

Kementerian Keuangan mencatat, belanja negara hingga kuartal I 2026 mencapai Rp 815 triliun atau tumbuh 31,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 620,3 triliun yang hanya tumbuh 1,4% yoy.

Penyerapan belanja juga meningkat menjadi 21,2% dari total pagu APBN, di atas rata-rata historis sekitar 17%. Sementara itu, pendapatan negara tercatat Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5% yoy, ditopang oleh penerimaan pajak yang meningkat 20,7% yoy. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Klaim JHT di Aplikasi Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan, Mudah dan Cepat
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Tingkat Kepuasan Program Mudik 2026: Mudik Gratis dan Bantuan Pangan Menempati Posisi Teratas
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
TNI AL Selidiki Isi dan Fungsi Benda Mirip Torpedo Beraksara China di Lombok Utara
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Ketua Banggar DPR Tak Setuju Usulan Pengurangan Subsidi BBM
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Laporan Foto AI di JAKI
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.