REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN --Paus Leo XIV kembali menyerukan perdamaian di tengah meningkatnya ketegangan terkait Iran. Dia memperingatkan bahwa ancaman terhadap suatu bangsa tidak dapat diterima dan menegaskan bahwa konflik harus dikembalikan ke meja perundingan.
Berbicara kepada para jurnalis di luar Villa Barberini di Castel Gandolfo (Istana Kepausan di Italia) pada Selasa (7/4/2026) malam, Paus menyerukan kepada semua orang yang berkehendak baik untuk menolak perang dan mencari solusi damai.
Baca Juga
Perilisan iPhone Lipat Mungkin Ditunda ke 2027 Akibat Kendala Teknis
'Perdamaian di Seluruh Timur Tengah’, Ini 10 Syarat Gencatan Senjata Iran
8 Bulan Sebelum Tayang, Tiket Imax Dune: Part Three Sudah Ludes
Intervensi Paus ini muncul setelah sehari penuh retorika yang memanas terkait Iran dan Selat Hormuz. Presiden Donald Trump sebelumnya mengancam pemusnahan terhadap seluruh peradaban Iran jika Teheran tidak memenuhi tuntutan untuk membuka kembali jalur perairan tersebut.
"Ancaman terhadap seluruh rakyat Iran sungguh tidak dapat diterima," ujar Paus seperti dikutip dari The Catholic Herald.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dia menyerukan dialog sebelum lebih banyak nyawa melayang. Paus Leo mengulang tema utama dari seruan Paskahnya, dengan mengatakan bahwa perang tidak menyelesaikan apa pun.
Vatican News melaporkan bahwa ia mengatakan kepada para wartawan bahwa ia hanya ingin menegaskan kembali apa yang telah ia sampaikan dalam pesan Urbi et Orbi (kepada Roma dan kepada Dunia) pada Ahad (5/4/2026), bahwa orang baik harus selalu mencari perdamaian dan bukan kekerasan. Dia dengan tegas menolak perang yang berkepanjangan.