Pramono Akui Sulit Kendalikan Lonjakan Harga Plastik: di Luar Kontrol Kami

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kenaikan harga plastik berada di luar kendali Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pramono Akui Sulit Kendalikan Lonjakan Harga Plastik: di Luar Kontrol Kami. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kenaikan harga plastik berada di luar kendali Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Meski demikian, untuk kenaikan sejumlah komoditas lain, Pemprov DKI masih bisa melakukan intervensi guna menstabilkan harga di pasaran.

Baca Juga:
Pedagang Pusing Harga Plastik Naik Drastis, Zulhas Beberkan Penyebabnya

“Kalau plastik, jujur terus terang, memang pemerintah daerah, tentunya pemerintah DKI Jakarta, sebisa mungkin menahan itu. Tetapi berbeda dengan kasus yang berkaitan dengan telur, beras, daging, itu adalah hal yang dari waktu ke waktu yang sudah biasa ditangani oleh pemerintah daerah DKI Jakarta,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Selasa (7/4/2026).

Untuk komoditas pangan seperti beras, cabai, dan daging, dia mengatakan Pemprov DKI memiliki mekanisme pengendalian yang sudah berjalan. Pramono juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan di tengah kenaikan harga.

Baca Juga:
Harga Plastik-Kedelai Naik, Pramono Pastikan Inflasi Jakarta Terjaga Baik

“Paling penting kami sampaikan kepada masyarakat, jangan panik untuk berbelanja berlebihan, karena Jakarta stoknya sampai dengan hari ini mencukupi, kecuali plastik tadi. Karena memang plastik di luar kontrol kami, karena ini pengadaannya sepenuhnya tentunya biasanya dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Meski demikian, ia menekankan seluruh pihak perlu bersama-sama menghadapi kondisi kenaikan harga tersebut.

“Tetapi sekali lagi dalam kondisi seperti ini ya mau tidak mau, suka tidak suka kita semua harus bersama-sama menghadapi persoalan kenaikan ini,” tambahnya.

Terkait strategi pengendalian harga, Pramono memastikan Pemprov DKI siap menggelar pasar murah jika diperlukan.

“Kalau yang untuk beras, kemudian cabai, daging, pemerintah DKI Jakarta dengan food station dan sebagainya cepat bisa melakukan pasar murah. Kalau memang nanti kami melihat bahwa harganya sudah di luar kewajaran, kami pasti akan melakukan intervensi,” ungkapnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Bandung Tunggu Izin KPK untuk Bongkar Teras Cihampelas
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Koper Haji Belum Dibagikan, DPR Sebut Jemaah Mulai Gelisah Jelang Kloter Pertama
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Dapur MBG di Serang Banten Meledak, 2 Pekerja Alami Luka Bakar
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Hisense Menampilkan Solusi Smart Home Berbasis Full-Scenario di ASEAN Partner Conference 2026
• 13 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Resiliensi Ekonomi Indonesia di Tengah Konflik Timur Tengah, Fragmentasi Kebijakan AS, dan Tekanan Industri China
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.