Iran Klaim Kemenangan Perang, Paksa AS Terima Rencana 10 Poin

detik.com
16 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Dewan Keamanan Tertinggi Iran merespons usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangguhkan serangan selama 2 minggu ke Iran. Dewan Keamanan mengklaim Iran telah menang melawan AS dan Israel.

Dilansir CNN dan Al Jazeera berdasarkan laporan media pemerintah Iran, Rabu (8/4/2026), Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengklaim memaksa Amerika Serikat untuk menerima rencana 10 poinnya.

Sebagai bagian dari rencana tersebut, AS pada prinsipnya telah setuju untuk mencabut semua sanksi primer dan sekunder terhadap Iran dan menarik pasukan tempur AS dari semua pangkalan di kawasan tersebut, kata dewan tersebut.

Baca juga: Tanda Tanya Pemegang Kendali Iran saat Mojtaba Tak Sadarkan Diri

AS juga disebut telah setuju untuk menerima pengayaan nuklir Iran dan mengakui kendali berkelanjutan Iran atas Selat Hormuz, menurut dewan tersebut. Pengoperasian terkontrol melalui jalur air tersebut akan dilakukan "dalam koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran," tambahnya.

Selanjutnya, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga mengimbau warganya menjaga persatuan dan melanjutkan perayaan kemenangan.

"Penting untuk menjaga persatuan nasional sepenuhnya selama periode ini dan melanjutkan perayaan kemenangan dengan penuh semangat," kata Dewan Keamanan Iran.

Iran menyebut negosiasi pihaknya dengan AS akan dimulai di Islamabad. Iran, katanya, akan meluangkan waktu untuk negosiasi ini.

"Negosiasi ini akan dimulai di Islamabad dengan ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika, dan Iran akan mengalokasikan waktu dua minggu untuk negosiasi ini. Waktu ini dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua belah pihak," ujarnya.

Iran pun menyatakan bersiaga terhadap AS. Iran mengaku siap membalas dengan kekuatan penuh bila musuh melakukan kesalahan sekecil apapun.

"Tangan kita berada di pelatuk, dan begitu musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, kita akan membalasnya dengan kekuatan penuh," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Trump menangguhkan serangan ke Iran selama 2 minggu. Syaratnya, Iran harus membuka Selat Hormuz.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" pernyataan Trump yang diunggah akun X Gedung Putih.

Ia optimis kesepakatan antara AS dan Iran bakal tercapai. Ia juga berbicara mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran.

"Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan," jelas Trump.

Iran pun setuju membuka Selat Hormuz. Selat tersebut akan dibuka selama 2 minggu selama gencatan senjata.

"Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Baca juga: Israel Tuding Iran Tembakkan Rudal Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata




(whn/yld)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Koper Haji Belum Dibagikan, DPR Sebut Jemaah Mulai Gelisah Jelang Kloter Pertama
• 4 jam laluliputan6.com
thumb
Misteri Ekspresi Lelah V BTS Terjawab, Ternyata Karena Hal Ini
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
1 Orang Tewas Dianiaya di Sleman, Polisi Tangkap 2 Pelaku
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Rekrutmen Staf Rumah Sakit Sedayu General Hospital Yogyakarta, Cek Posisi dan Kualifikasinya
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia–India Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi di Bidang Ekonomi dan Bisnis
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.