Penulis: Fityan
TVRINews – Washington DC
Kesepakatan Gencatan Senjata Sementara Tercapai Usai Mediasi Pakistan dan Pembukaan Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penangguhan operasi militer terhadap Iran selama dua pekan, terhitung sejak Rabu dini hari 8 April 2026.
Keputusan diplomatik yang mengejutkan ini diambil setelah adanya komunikasi intensif antara Washington dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta Field Marshal Asim Munir.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mendeskripsikan jeda militer ini sebagai "gencatan senjata dua sisi" (double-sided ceasefire).
Namun, penangguhan ini bersifat kondisional; Iran diwajibkan menjamin pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman bagi lalu lintas internasional.
"Kami melakukan ini demi kepentingan Amerika Serikat dan negara-negara di Timur Tengah," tulis Trump, seraya menegaskan bahwa pasukan sekutu telah melampaui seluruh target militer sebelum keputusan ini diambil Selasa 7 April 2026 waktu setempat.
Respons Teheran dan Persetujuan Pemimpin Tertinggi
Laporan dari New York Times menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah memberikan persetujuan pribadi atas gencatan senjata ini.
Dewan Keamanan Nasional Iran turut mengonfirmasi kabar tersebut dengan mengklaim adanya keberhasilan diplomatik.
"Kami meraih kemenangan besar dan memaksa Amerika Serikat menerima proposal 10 poin kami," bunyi pernyataan resmi Dewan Keamanan Nasional Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menambahkan bahwa Teheran akan menjamin jalur aman di Selat Hormuz selama periode dua pekan ini, dengan syarat seluruh serangan terhadap wilayah Iran dihentikan sepenuhnya.
Proposal 10 Poin dan Jalur Diplomasi di Islamabad
Presiden Trump mengonfirmasi bahwa Washington telah menerima proposal 10 poin dari Teheran yang dianggap sebagai "dasar yang layak untuk negosiasi." Menurut Trump, hampir seluruh poin yang sebelumnya menjadi sengketa kini telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Sebagai tindak lanjut, putaran pertama negosiasi dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Jumat 10 April 2026.
Meskipun setuju untuk berdialog, pihak Iran menekankan bahwa pembicaraan akan dimulai dengan landasan "ketidakpercayaan penuh" terhadap pihak Amerika.
Peran Krusial Pakistan
Keputusan Trump untuk menunda serangan yang semula dijadwalkan meningkat pada Selasa 7 April 2026 malam tidak lepas dari peran Pakistan.
PM Shehbaz Sharif dan Field Marshal Asim Munir dilaporkan meminta langsung kepada Trump untuk memperpanjang tenggat waktu guna memberikan ruang bagi diplomasi.
Sebelumnya, Pakistan telah mendesak AS untuk memperpanjang durasi negosiasi sekaligus meminta Iran segera membuka jalur navigasi global di Hormuz. Langkah ini diharapkan mampu meredam eskalasi konflik di kawasan yang tengah menjadi sorotan dunia.
Editor: Redaktur TVRINews





