Risiko Campak pada Anak: Tidak Ada Perbedaan Disabilitas dan Non-Disabilitas

kumparan.com
16 jam lalu
Cover Berita

Isu mengenai penyakit campak kembali menjadi perhatian masyarakat. Di tengah kekhawatiran tersebut, muncul pertanyaan, apakah anak-anak dengan kondisi khusus seperti autisme atau disabilitas, memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena campak?

Menurut Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi, dr. Arifianto, Sp.A(K), tidak ada perbedaan risiko antara anak dengan disabilitas dan anak tanpa disabilitas dalam hal infeksi campak.

Risiko Campak pada Anak Disabilitas

Campak merupakan penyakit infeksi yang sangat menular. Namun, penting untuk dipahami bahwa:

-Anak dengan disabilitas fisik

-Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD)

-Anak tanpa kondisi khusus

semuanya memiliki potensi yang sama untuk terinfeksi campak. Artinya, kondisi disabilitas tidak membuat seorang anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit ini dibandingkan anak lainnya.

“Memiliki potensi yang sama untuk terinfeksi dan sakit campak. Tidak ada bedanya,” katanya dalam acara memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia, Sabtu (4/4) di Depok, Jawa Barat.

Keamanan Vaksin dan Investigasi Efek Samping

Kekhawatiran lain yang sering muncul di masyarakat adalah mengenai keamanan vaksin, terutama terkait kemungkinan efek samping berat seperti kelumpuhan.

Dalam praktik medis, setiap kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), terutama yang tergolong serius, selalu ditindaklanjuti dengan investigasi menyeluruh. Proses ini dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat puskesmas hingga ke tingkat nasional.

Hasil dari berbagai investigasi tersebut menunjukkan bahwa:

1. Tidak ditemukan hubungan sebab-akibat antara vaksin dengan kelumpuhan

2. Kasus-kasus yang terjadi umumnya memiliki faktor lain atau penyakit penyerta

3. Penyebab kondisi berat pada anak selalu dapat ditelusuri di luar vaksin

“Jadi sejauh ini belum pernah ada bukti bahwa vaksin menyebabkan penyakit berat pada seseorang. Dari hasil investigasi, selalu ditemukan penyebab lain di luar vaksin,” tegas dr. Arifianto.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harus Juara Musim Depan dan Putus Dominasi Persib: Opsi David da Silva dan Mariano Peralta Jadi Buruan Realistis Persebaya Surabaya
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Puluhan Rumah Warga Deli Serdang Rusak Diterjang Puting Beliung
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Mensesneg soal Prabowo Kumpulkan Semua Menteri-Eselon 1: Satukan Visi-Energi
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Kejuaraan Asia 2026: Sukses Taklukan Rival Lamanya Rubber Game, Alwi Farhan Melenggang ke Babak 16 Besar
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Andi Atssam Menang Telak di Putaran Pertama Pildek FIKK UNM
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.