FAJAR, MAKASSAR – Setelah puluhan tahun menempati lahan fasilitas umum (fasum), deretan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Mappayukki, Kecamatan Mariso, mulai membongkar lapak mereka secara mandiri, Rabu (8/4/2026).
Sebanyak tujuh lapak di Jalan Mappayukki dibongkar langsung oleh pemiliknya. Pemandangan serupa juga terjadi di Jalan Garuda dan Jalan Rajawali, masing-masing delapan lapak yang selama ini berdiri di atas drainase dan badan jalan turut dibongkar secara bertahap.
Lapak-lapak tersebut sebelumnya menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga selama puluhan tahun. Kini, kawasan tersebut mulai berubah menjadi ruang yang lebih terbuka dan tertata.
Camat Mariso, Andi Syahrir, menjelaskan bahwa pembongkaran ini merupakan hasil dari kesadaran para pedagang.
“Pedagang yang bongkar mandiri lapaknya, di Jalan Mappayukki ada tujuh lapak, Jalan Garuda ada delapan lapak, dan di Jalan Rajawali juga ada delapan lapak,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah ini bertujuan mengembalikan fungsi fasilitas umum seperti trotoar dan bahu jalan agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Selain itu, penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan serta memperlancar arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Pembongkaran mandiri ini menjadi bagian dari upaya penataan kawasan perkotaan yang lebih tertib, tanpa menghilangkan jejak panjang aktivitas ekonomi masyarakat kecil.





