Menhaj Paparkan Progres Haji 2026: Jadwal hingga Visa Hampir Rampung

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memaparkan perkembangan persiapan penyelenggaraan haji 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (8/4).

Ia menjelaskan sejumlah aspek mulai dari jadwal keberangkatan hingga progres pemvisaan jemaah.

Gus Irfan menjelaskan rangkaian perjalanan haji 2026 dimulai pada 21 April dengan masuknya jemaah ke asrama haji. Gelombang pertama diberangkatkan pada 22 April menuju Madinah, sedangkan gelombang kedua berangkat mulai 7 Mei langsung ke Jeddah sebelum menuju Makkah.

“Rencana perjalanan haji tahun 2026 Masehi dimulai pada 21 April 2026 dengan masuknya jemaah ke asrama haji. Pemberangkatan gelombang pertama dimulai tanggal 22 April 2026 menuju Madinah dan dilanjutkan ke Makkah," kata Gus Irfan.

"Sedangkan gelombang kedua berangkat mulai tanggal 7 Mei 2026 langsung ke Jeddah dan melanjutkan ke Makkah. Seluruh kedatangan jemaah haji di Arab Saudi berakhir pada tanggal 21 Mei 2026,” tambah dia.

Ia menambahkan, puncak ibadah haji diperkirakan berlangsung pada 25-26 Mei dengan pergerakan ke Arafah dan wukuf sebagai inti ibadah. Pemulangan jemaah dimulai pada 1 Juni dan berlangsung bertahap hingga awal Juli.

“Puncak ibadah haji diperkirakan pada 25 Mei dengan pergerakan ke Arafah dan mencapai inti ibadah pada 26 Mei melalui wukuf di Arafah. Tahap pemulangan dimulai pada 1 Juni 2026 ditandai dengan kepulangan gelombang pertama dari Makkah melalui Jeddah ke tanah air dan kedatangan di Indonesia pada hari yang sama. Seluruh proses pemulangan jemaah kita perkirakan berakhir pada tanggal 1 Juli 2026,” tutur Gus Irfan.

Kesiapan Akomodasi

Politikus Gerindra ini mengatakan, akomodasi jemaah di Makkah disebar ke beberapa wilayah guna memastikan akses yang merata ke Masjidil Haram. Sementara di Madinah, jemaah dipusatkan di wilayah Markaziyah yang dekat dengan Masjid Nabawi.

“Jemaah ditempatkan pada wilayah Syisah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Aziziyah Janubiyah untuk memastikan akses yang merata ke Masjidil Haram. Sementara di Madinah, akomodasi terpusat di wilayah Markaziyah yang dekat dengan Masjid Nabawi,” ucap Gus Irfan.

Ia menyebut, distribusi jemaah per sektor dibuat seimbang untuk menjaga beban layanan.

“Berdasarkan data, jumlah jemaah per sektor berada pada kisaran yang relatif seimbang, yaitu sekitar 18.000 hingga 21.000 jemaah. Distribusi ini menunjukkan bahwa penempatan jemaah telah dirancang secara proporsional di seluruh sektor untuk menjaga keseimbangan beban pelayanan sehingga setiap sektor dapat memberikan pelayanan yang optimal dan merata bagi seluruh jemaah,” kata Gus Irfan.

Kesiapan Konsumsi

Pada layanan konsumsi, Gus Irfan menyebut puluhan dapur telah disiapkan untuk melayani jemaah di Makkah dan Madinah. Ia menyinggung redistribusi kuota setelah ada penyedia yang mengundurkan diri.

“Untuk wilayah Makkah, terdapat 51 dapur penyedia layanan konsumsi, sementara di Madinah sebanyak 23 dapur. Terdapat pengunduran diri satu penyedia layanan konsumsi di Makkah dengan kapasitas 3.500 yang selanjutnya telah dilakukan redistribusi kuota kepada tiga penyedia,” tutur Gus Irfan.

Ia menambahkan koordinasi juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan bumbu dan makanan siap saji sebelum operasional haji.

“Koordinasi intensif juga dilakukan untuk memastikan seluruh dapur telah menerima dan memiliki ketersediaan bumbu pasta sebelum operasional haji, serta memastikan makanan siap saji telah tersedia paling lambat sebelum 6 Zulhijah,” ucap Gus Irfan.

Kesiapan Transportasi

Gus Irfan menjelaskan progres layanan transportasi darat di Arab Saudi menunjukkan perkembangan signifikan, baik untuk bus antarkota, bus selawat, maupun layanan Masyair.

“Dalam layanan transportasi darat Arab Saudi, progres bus antarkota telah mencapai 100%, sarana layanan 60%, dan penempatan petugas 70%. Untuk layanan bus selawat, rute dan halte telah mencapai 100%, penempatan petugas 60%, dan tersedia 45 unit bus khusus disabilitas,” kata Irfan.

Ia menambahkan koordinasi layanan Masyair juga hampir rampung.

“Sementara untuk layanan Masyair, jadwal pergerakan Armuzna telah mencapai 90% dan koordinasi murur tanazul 80%,” tutur Gus Irfan.

Progres Pemvisaan

Gus Irfan menyampaikan penerbitan visa jemaah haji telah mendekati tahap final dengan mayoritas visa sudah tercetak.

“Per tanggal 1 April 2026 pukul 20.00 WIB, dari total 203.320 visa, sebanyak 203.276 telah tercetak. Sementara sisanya berada dalam status under processing 38 jemaah, waiting embassy to check 2 jemaah, dan new 4 jemaah yang masih dalam proses pemaketan layanan,” ucap Gus Irfan.

Ia menegaskan capaian tersebut menunjukkan penyelesaian visa hampir rampung.

“Angka ini menunjukkan bahwa penyelesaian visa telah mendekati tahap final meskipun tetap memerlukan pengawalan ketat sehingga seluruh dokumen benar-benar selesai dan siap digunakan,” kata Irfan.

Distribusi Kartu Nusuk

Selain visa, Gus Irfan menyebut distribusi kartu Nusuk juga hampir selesai dan dilakukan melalui layanan terpadu di asrama haji.

“Kami sudah memanggil kedua Syarikah dan mereka tadi pagi menyatakan bahwa kartu Nusuk sudah tiba di Indonesia hampir 100%,” ucap Irfan.

Ia menjelaskan mekanisme distribusi ini menjadi perbaikan layanan karena mendekatkan kartu ke titik keberangkatan.

“Terkait distribusi kartu Nusuk, tahun ini dilakukan melalui layanan one stop service di asrama haji sekaligus dengan proses aktivasi,” tutur Gus Irfan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gencatan Senjata 2 Pekan, Ini 10 Tuntutan Iran yang Disetujui AS
• 17 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Polisi Pastikan Kebakaran di Polres Metro Jakarta Barat Bukan di Gedung Utama: Hanya Satu Ruangan
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Aslinya Introvert, Arla Ailani Harus Jadi Ekstrovert Demi Perankan Ocel di Shaka Oh Shaka
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Prabowo: Kita Tak Boleh jadi Bangsa Terlalu Santai, Ini Kumaha Engke
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Diresmikan Prabowo Besok, Pabrik Mobil Listrik Mampu Produksi 3.000 Unit
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.