JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengadili pelaku yang mengakibatkan gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian (UNIFIL) di Lebanon selatan.
Plt. Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu RI, Veronica Vicka Ancilla Rompis menuturkan, United Nations Department of Peace Operations atau UNDO telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia mengenai hasil investigasi awal atau preliminary finding penyebab gugurnya tiga prajurit TNI.
"Kami mendesak agar semua pihak terkait dapat menyelidiki dan juga mengadili para pelaku serta memastikan akuntabilitas dan kejahatan yang terjadi terhadap personel pemelihara perdamaian," tegas Veronica dalam jumpa pers di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2026).
Baca juga: Serangan Berulang ke Pasukan Perdamaian Indonesia, Pemerintah Surati Presiden DK PBB
Vero menuturkan, apabila hasil investigasi penuh mengonfirmasi hasil temuan dari investigasi awal, maka pemerintah mengutuk keras tindakan Israel yang mengakibatkan gugurnya dan terlukanya prajurit TNI.
"Kami menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional," tuturnya.
Pemerintah akan meminta kepada PBB mendesak otoritas terkait untuk menyelidiki, mengadili, dan memastikan akuntabilitas penuh bagi para pelaku.
"Insiden-insiden ini tidak terlepas dari memburukya situasi di Lebanon. Indonesia terus mengtuk keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang secara signifikan meningkatkan risiko yang dihadapi oleh personel pemelihara perdamaian PBB," ujarnya.
Baca juga: 4 Prajurit BAIS TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditur Militer
Serangan Israel, kata Vero, juga melemahkan pelaksanaan mandat dari UNIFIL sebagaimana yang sudah diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701.
"Berisiko semakin membuat destabilisasi situasi dan akan terus membahayakan para personel pemelihara perdamaian," kata dia.
Untuk itu, Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB tidak dapat ditawar lagi.
Baca juga: Novel Baswedan Kaget Berkas 4 Prajurit TNI Dilimpahkan: Bukannya Andrie Yunus Belum Diperiksa?
Sebelumnya, PBB mengungkap temuan awal terkait penyebab gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian (UNIFIL) di Lebanon selatan.
Berdasarkan penyelidikan awal, satu prajurit tewas akibat tembakan proyektil tank militer Israel, sementara dua lainnya meninggal akibat ledakan bom rakitan atau improvised explosive device (IED) yang kemungkinan besar dipasang oleh kelompok Hizbullah.
Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan temuan tersebut masih bersifat awal dan didasarkan pada bukti fisik yang tersedia saat ini.
"Ini adalah temuan awal, berdasarkan bukti fisik awal," ujar Dujarric dalam konferensi pers, Selasa (7/4/2026), dikutip dari Reuters.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




