Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran pompanisasi hingga Rp4 triliun. Hal ini sebagai langkah strategis menghadapi potensi El Nino guna menjaga ketersediaan air dan produktivitas pertanian nasional.
Amran mengatakan program pompanisasi tersebut dilakukan secara masif untuk mendukung kebutuhan irigasi di berbagai daerah, terutama wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang.
"Itu (anggaran pompanisasi) kurang lebih Rp3 triliun sampai Rp4 triliun," kata Amran ditemui usai rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.
Selain pompa, pemerintah juga melakukan perbaikan jaringan irigasi melalui kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) guna memastikan distribusi air ke lahan pertanian berjalan optimal.
Mentan menegaskan bantuan pompa diberikan secara gratis kepada petani sehingga tidak membebani biaya operasional, termasuk kebutuhan bahan bakar, dalam upaya menjaga keberlanjutan produksi pertanian nasional. "Kita berikan pompa (kepada petani) secara cuma-cuma," ujar Amran.
Baca juga: Begini Jurus Bulog Hadapi Geopolitik dan El Nino Biar Pangan Aman
(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Upaya hadapi dampak geopolitik hingga potensi kekeringan
Amran mengaku telah melakukan berbagai upaya dalam menghadapi dampak geopolitik hingga potensi kekeringan akibat El Nino. Di antaranya meminta kepala daerah segera memetakan wilayah pertanian rawan kekeringan guna menjaga produksi dan ketahanan pangan nasional sekaligus menyiapkan sistem peringatan dini atau early warning system secara terintegrasi.
Langkah itu penting untuk memastikan respons cepat terhadap potensi kekeringan sehingga dampak terhadap produksi pertanian dapat diminimalkan melalui perencanaan yang matang dan koordinasi lintas sektor di daerah.
Selain itu, Amran juga mengaku jika pihaknya mengoptimalkan pengelolaan air irigasi melalui rehabilitasi jaringan, pembangunan embung, sumur dangkal, sumur dalam, serta pemanfaatan pompa perpipaan dan irigasi perpompaan.
Upaya tersebut diperkuat dengan strategi percepatan tanam menggunakan varietas tahan kekeringan, pengaturan pola tanam adaptif, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan pertanian.
Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiagakan alat dan mesin pertanian berupa pompa air, traktor, hand sprayer, serta transplanter dalam jumlah besar secara bertahap.
Amran menyebutkan selama periode 2024 hingga 2025, pemerintah telah menyediakan sebanyak 171 ribu unit alat dan mesin pertanian guna memperkuat kesiapan petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan musim kemarau.
Sementara itu, pada 2026 ditargetkan distribusi 37 ribu unit infrastruktur air seperti irigasi perpompaan, perpipaan, konservasi, rehabilitasi jaringan tersier, serta tambahan 94 ribu unit pompa air untuk mendukung produksi.
"Kemudian opla (optimasi lahan), yang dikatakan opla adalah rawa yang kita perbaiki irigasinya perbaiki 800 ribu hektare seluruh Indonesia. Jadi persiapan kita jauh lebih baik," tutur Amran.




