Bisnis.com, JAKARTA - Empat jam setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang menyambut gencatan senjata antara AS dan Iran.
Mereka juga menekankan bahwa gencatan senjata tersebut tidak mencakup Lebanon meskipun klaim mediator Pakistan menyatakan sebaliknya, demikian laporan The Times of Israel.
“Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan itu,” kata Kantor Perdana Menteri dalam sebuah pernyataan yang hanya dikeluarkan dalam bahasa Inggris.
“Israel juga mendukung upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, negara-negara tetangga Arab Iran, dan dunia,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa mengumumkan bahwa ia menunda kampanye pengeboman besar-besaran di Iran selama dua minggu.
Trump menyatakan gencatan senjata itu bergantung pada dibukanya kembali Selat Hormuz.
Baca Juga
- Pengusaha: Harga Kantong Plastik Naik 50% Imbas Perang Iran-AS
- Harga Emas Melesat usai Trump Umumkan Gencatan Senjata AS-Iran
- Trump Umumkan Gencatan Senjata Dua Pekan, Iran Buka Selat Hormuz
Pengumuman itu menandai keempat kalinya Trump menunda ancamannya untuk mengebom situs energi dan infrastruktur sipil Iran jika negara itu tidak menyetujui tuntutannya.
Ia pertama kali memberi Teheran waktu 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz pada 21 Maret dan sejak itu menunda tenggat waktu tersebut masing-masing selama lima hari, 10 hari, dan satu hari.
Setelah Trump berbicara, seorang pejabat AS mengkonfirmasi bahwa militer Amerika menghentikan semua operasi ofensif terhadap Iran, meskipun mengatakan bahwa langkah-langkah dan operasi defensif tetap berlaku.
Sebagai sinyal bahwa serangan Iran akan berlanjut, seorang pejabat pertahanan Amerika yang dikutip oleh Axios mengatakan AS memperkirakan akan ada waktu sebelum perintah gencatan senjata disampaikan kepada jajaran bawah Korps Garda Revolusi Islam Iran.





