Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) meluncurkan buku saku '0% Kemiskinan: Manfaat dan Penerima Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026'. Buku ini berisikan 17 program Presiden Prabowo Subianto itu diharapkan memudahkan masyarakat untuk mengetahui berbagai dukungan pemerintah dan memastikan setiap bantuan tepat sasaran.
Konferensi pers peluncuran buku saku digelar di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026). Hadir dalam peluncuran buku tersebut, yakni Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Angga Raka Prabowo, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan dan Ketua Umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI)/Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansah.
"Peluncuran buku saku ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Presiden Prabowo untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Sekaligus menyampaikan informasi kebijakan secara ringkas dan mudah dipahami," kata Qodari.
Qodari menjelaskan buku tersebut menjawab pertanyaan mendasar mengenai dukungan apa saja yang diterima rakyat dari negara dan cara mengaksesnya.
"Nah ini bagi warga masyarakat, ya, atau pemerintah daerah yang warganya belum mendapatkan bantuan sebagaimana seharusnya, mudah-mudahan dengan membuka buku ini, tahu sumber-sumber informasi yang pasti," ujarnya.
Qodari menjelaskan, buku ini juga berisi arah kebijakan Prabowo yang menegaskan bantuan kesejahteraan bukan hanya berlaku sesaat. Dia memastikan, bantuan yang diberikan pemerintah akan berlangsung sepanjang hayat.
"Negara tidak hanya hadir saat rakyat menghadapi kesulitan, tetapi juga memastikan rakyat tumbuh sehat, memperoleh pendidikan, bekerja secara mandiri, hingga hidup sejahtera di masa tua," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo menyambut baik diluncurkannya buku ini. Dia berharap buku ini akan mempermudah masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai kebijakan pemerintah dalam memberantas kemiskinan.
"Semua kita kompak membantu dalam hal ini adalah membantu menyampaikan informasi apa dan membantu juga saudara-saudara kita yang mungkin belum tahu caranya," kata Angga.
"Kan bisa jadi ya tadi, saya nggak tahu nih cara bagaimana ke Sekolah Rakyat, saya nggak tahu nih bagaimana saya bisa mendapat program-program PKH misalnya. Karena tadi program ini adalah memastikan bahwa negara hadir sepanjang hayat," sambungnya.
(fca/zap)





