Bisnis.com, JAKARTA — Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan skema final penyelesaian proyek kereta cepat Whoosh akan diumumkan bersama Menteri Keuangan dalam waktu dekat.
Pernyataan itu disampaikan Dony usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Dony memastikan bahwa seluruh kajian telah selesai dan tinggal menunggu proses formal, termasuk penandatanganan.
“Penyelesaian Whoosh sudah selesai secara kajian. Tinggal proses formal seperti signing, nanti teman-teman wartawan akan diundang,” jelasnya.
Dia menambahkan, dirinya bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menyampaikan detail skema tersebut dalam satu hingga dua minggu ke depan.
“Insya Allah minggu depan atau dua minggu lagi kita akan ketemu wartawan bersama Pak Menkeu untuk menyampaikan finalnya,” ujarnya.
Baca Juga
- Rugi Rp1,8 Triliun Gegara Whoosh, Danantara Tak Libatkan Lagi WIKA di Proyek Kereta
- H+3 Lebaran 2026, KCIC Jual 15.000 Tiket Kereta Cepat Whoosh
- H+3 Lebaran 2026, Penumpang Arus Balik Padati Stasiun Whoosh Halim
Dony juga memastikan bahwa operasional kereta cepat tetap akan dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia, meski ada perubahan dalam struktur kepemilikan atau pendanaan.
“Operasional tetap di KAI, karena memang itu bidangnya. Yang penting layanan kepada publik tidak terganggu, justru akan semakin baik,” tegasnya.
Menurutnya, kepastian struktur pendanaan akan memperkuat keberlanjutan layanan kereta cepat sebagai transportasi massal unggulan.
Konsolidasi Besar-Besaran BUMN
Selain Whoosh, pemerintah juga tengah melakukan konsolidasi besar di berbagai sektor BUMN. Dony mengungkapkan bahwa perusahaan pengelola aset akan digabung untuk meningkatkan daya saing.
“Kita punya kurang lebih empat aset manajemen yang skalanya belum kompetitif, itu kita mergerkan menjadi satu,” katanya.
Di sektor logistik, pemerintah juga tengah menggabungkan 15 perusahaan menjadi satu entitas nasional.
“Dalam satu bulan ini akan kita announce 15 perusahaan menjadi satu perusahaan logistik nasional,” ujarnya.
Dony menjelaskan bahwa rapat terbatas membahas progres restrukturisasi BUMN yang ditargetkan rampung tepat waktu sekaligus memperkuat fundamental perusahaan negara.
“Kita harus menyelesaikan seluruh restrukturisasi BUMN dan diharapkan ini bisa selesai tepat waktu. Tidak hanya tepat waktu, tetapi juga secara fundamental selesai,” ujarnya.
Dia menegaskan pemerintah tidak lagi berfokus pada penyebab persoalan masa lalu, melainkan memastikan perbaikan tata kelola ke depan.
“Yang penting adalah ke depan bagaimana kita membangun perusahaan-perusahaan kita menjadi lebih sehat, terutama berkaitan dengan governance,” katanya.
Sebagai bagian dari transformasi transportasi, pemerintah juga menyiapkan investasi elektrifikasi jalur kereta di sejumlah rute strategis, seperti Jakarta–Rangkasbitung, Jakarta–Cikampek, dan Jakarta–Sukabumi.
Program ini diharapkan memperkuat peran kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik nasional.
Dony menekankan bahwa pemerintah tidak akan memperdebatkan penyebab masalah lama, termasuk kerugian atau impairment di sejumlah BUMN karya.
Dia memastikan bahwa seluruh langkah restrukturisasi diarahkan untuk menciptakan BUMN yang lebih sehat, efisien, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita tidak mencari lagi siapa dan kenapa persoalan ini muncul. Tugas kita adalah menyelesaikan seluruh persoalan,” tandasnya.





