Waketum Partai Gerindra Fadli Zon bicara program-program yang sudah dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto. Fadli membahas swasembada pangan, makan bergizi gratis (MBG), hingga koperasi desa.
Fadli Zon membahas program-program itu saat diskusi di Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Menteri Kebudayaan RI ini awalnya menyebut Prabowo selalu berpedoman pada ungkapan 'noblesse oblige' dalam menjalankan program-programnya.
"Di keluarga itu yang saya baca ada dua kata yang penting, noblesse oblige. Noblesse oblige itu artinya satu misi untuk misi mulia ya, atau kalau kita mendapatkan jabatan, mendapatkan posisi, itu misinya adalah misi sosial untuk kebaikan. Noblesse oblige, jadi diterjemahkan kira-kira seperti itulah. Jadi bukan mencari harta, mencari apa yang lain, tapi bagaimana meninggalkan satu legacy yang berpihak. Jadi cara berpikir Pak Prabowo itu adalah cara berpikir keberpihakan kepada rakyat. Mulai dari urusan swasembada pangan, swasembada energi maupun hilirisasi dan juga Makan Bergizi Gratis misalnya," kata Fadli Zon saat diskusi.
Swasembada Pangan
Fadli Zon mulanya membahas program swasembada pangan. Dia menyebut Prabowo selalu berpedoman bahwa pangan adalah senjata.
"Prabowo itu selalu mengatakan bahwa pangan adalah senjata, food as weapon gitu ya. Karena negara yang merdeka secara pangan itulah negara yang merdeka sesungguhnya. Dan secara pangan itu kekuatan kita sebenarnya luar biasa," kata Fadli.
Ia menyebut selama ini Indonesia selalu melakukan impor beras. Padahal, kata dia, kebijakan itu justru merusak secara sistemik.
"Nah selama ini kita melakukan impor beras dan di dalam importasi beras itu selalu ada perburuan rente yang memang kemudian menghancurkan kita sistemik sebagai negara yang swasembada pangan," ucap dia.
(maa/haf)





