Lonjakan Kasus Campak Jadi Alarm Melemahnya Herd Immunity

mediaindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita

WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan lonjakan kasus campak di sejumlah daerah harus menjadi alarm serius bagi masyarakat dan pemerintah untuk segera memperkuat sistem kesehatan, mulai dari tingkat keluarga.

Pernyataan itu disampaikan Lestari dalam Forum Diskusi Denpasar 12. Ia menegaskan, campak bukan penyakit ringan, melainkan infeksi yang bisa berujung fatal.

“Selama ini masih ada anggapan campak sebagai penyakit biasa. Padahal, ini penyakit yang bisa berakibat fatal, bahkan telah menimbulkan korban jiwa,” ujar Lestari dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (8/4).

Baca juga : Konten Kesehatan yang Informatif Dukung Sistem Kesehatan yang Lebih Baik

Menurut dia, hingga akhir Maret tercatat sejumlah kematian akibat campak secara nasional, termasuk kasus yang menimpa tenaga kesehatan, seperti dokter muda yang sedang bertugas.

Lestari menilai lonjakan kasus campak sejak awal tahun harus menjadi peringatan untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat sekaligus memperkuat sistem kesehatan dari unit terkecil, yakni keluarga.

“Kalau dari skala keluarga kita bisa membangun sistem kesehatan yang kuat, maka secara berjenjang akan terbentuk sistem kesehatan nasional yang baik,” katanya.

Baca juga : Waspadai Kenaikan Biaya untuk Hindari Hambatan pada Sistem Kesehatan

Ia juga menyoroti menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity sebagai salah satu penyebab utama meningkatnya kasus campak. Lestari mempertanyakan turunnya cakupan imunisasi, padahal vaksin campak-rubella telah lama masuk dalam program imunisasi dasar bagi balita dan anak.

Di sisi lain, sejumlah daerah telah melaporkan kasus suspek campak yang kemudian ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di berbagai kabupaten dan kota.

Karena itu, Lestari menekankan pentingnya pemahaman masyarakat tentang campak, mulai dari penyebab, cara penularan, hingga langkah deteksi dini.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa bersama-sama memperkuat sistem di komunitas untuk memahami dan mendeteksi lebih awal, sehingga dapat melakukan antisipasi dengan cepat,” ujarnya. (Z-10)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Janji Akan Bangun Seribu Desa Nelayan pada 2026
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Gunakan Mobil Listrik ke Istana, Mensos: Hasil Undian Tak Diambil Masyarakat
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Peristiwa Hari Ini: Kurt Cobain Ditemukan Tewas di Garasi Rumah
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Ringkus Pelaku Pencurian di Toboali, Kerugian Korban Capai Rp85 Juta
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Seskab Teddy Bertemu Kepala BIN Selama 1 Jam, Ini Bocoran Isu yang Dibahas
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.