JAKARTA, KOMPAS.TV - Plt. Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah menyatakan, proses pencarian tiga anak buah kapal (ABK) WNI yang hilang di Selat Hormuz maih berlangsung.
Tiga ABK tersebut diketahui telah hilang selama lebih dari sebulan usai kapalnya meledak di Selat Hormuz.
Ketiga WNI ini menjadi korban usai kapal tunda atau tugboat berbendera Uni Emirat Arab, Musaffah 2, meledak di Selat Hormuz pada 6 Maret 2026.
Kemlu menyebut kapal ini diawaki lima WNI, dua di antaranya selamat.
"Terkait insiden kapal Musaffah 2, di mana ada dua ABK WNI yang selamat dan tiga orang ABK WNI yang masih dalam pencarian," kata Heni Hamidah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Pertahankan Subsidi BBM, Sebut Krisis Dunia Jadi Peluang Pemerintah
Heni mengungkapkan, terdapat ratusan ABK WNI yang berada di kawasan Timur Tengah ketika perang AS-Israel di Iran terjadi. Sebanyak 35 ABK di antaranya berada di perairan Iran.
Heni mengatakan, berdasarkan data Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, tercatat ada 892 ABK WNI di Timur Tengah ketika perang meletus.
Heni Hamidah menegaskan, pemerintah melalui perwakilan diplomatik di negara terkait terus berkoordinasi intensif dengan para ABK yang terdampak perang.
"Sebagaimana yang disampaikan di awal, 35 orang berada di pesisir Iran dan semua perwakilan kita baik di Iran maupun di kawasan Timur Tengah melakukan komunikasi secara intensif terhadap para sefarer ini," kata Heni Hamidah.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- selat hormuz
- direktur perlindungan wni
- dua abk wni hilang
- abk wni hilang selat hormuz
- kapal musaffah 2




