Prabowo: Bagi Sebuah Bangsa, Kadang-kadang Keras Kepala Dibutuhkan

kompas.com
4 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengatakan sikap keras kepala terkadang diperlukan dalam menghadapi tantangan sebagai sebuah bangsa.

Menurut dia, sikap tersebut bukan berarti tanpa pertimbangan, melainkan keteguhan dalam memegang prinsip dan kedaulatan negara.

“Tapi, bagi sebuah bangsa, kadang-kadang keras kepala butuh,” ujar Prabowo dalam taklimatnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Prabowo: Yang Mau Jadi Presiden, Selamat, Jangan Anggap Ini Kerjaan Enak

Ia mencontohkan, rakyat Iran yang tetap teguh meski menghadapi tekanan dan ancaman.

Namun, ia menegaskan tidak ingin mencampuri urusan politik dalam negeri negara lain.

Prabowo juga mengingatkan bahwa para pendiri bangsa Indonesia memiliki sikap serupa dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Menurut dia, keteguhan itu tercermin pada para pemimpin bangsa yang menjunjung tinggi nilai “Merah Putih harga mati”.

“Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala. ‘Lebih baik mati daripada dijajah kembali’. Keras kepala. ‘Tidak mau kita dijajah kembali’, keras kepala,” ungkap dia.

Baca juga: Prabowo: Satu Selat Hormuz Menentukan Harga Minyak

Meski demikian, Prabowo menekankan bahwa sikap tegas harus diimbangi dengan ketenangan dan kearifan dalam bertindak.

Ia mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi prinsip-prinsip bernegara, seperti hukum dan konstitusi.

“Tidak ada negara tanpa hukum, tidak ada negara tanpa Undang Undang-Undang Dasar, tanpa konstitusi, tanpa UUD, tidak ada negara. Yang ada adalah kekuatan rimba, hukum rimba, hukum senjata dan rakyat kita tidak menghendaki itu,” imbuh Kepala Negara.

Prabowo menegaskan seluruh elemen bangsa harus bekerja keras untuk menegakkan hukum berdasarkan kesepakatan bersama, yakni Sumpah Pemuda.

Baca juga: Prabowo Perintahkan Bahlil Cabut IUP Tak Jelas di Hutan Lindung

Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto diagendakan mengumpulkan menteri, wakil menteri, hingga kepala lembaga/badan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (8/4/2026) siang.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menuturkan, agenda pertemuan itu akan dimulai pukul 14.00 WIB.

"Iya betul, jadi nanti jam 14.00 di Istana. Bapak Presiden mengumpulkan seluruh anggota Kabinet Merah Putih beserta seluruh Eselon 1 K/L, seluruh Dirjen/Deputi serta para Dirut BUMN," kata Seskab kepada wartawan, Rabu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Prabowo: Ada Fenomena Kelompok Masyarakat yang Sangat Tidak Mau Kerja Sama dengan Pemerintah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arsenal Vs Bournemouth: Kalah dari Bournemouth, Usaha Arsenal Raih Gelar Tersendat
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Plastik Naik, Pramono Usul Pakai Bungkus Daun Pisang
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Mengenal Eksel Runtukahu, Striker Persija Jakarta yang Sedikit Menit Bermain, tapi Sudah Cetak 6 Gol
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Hasil, Klasemen, dan Top Skor Liga Jerman: Tercepat Kunci Gelar, Bayern Butuh 1 Kemenangan Lagi, Kane Hampir Pasti Top Skor
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Jangan Nyerah Dulu! Ini 3 Alasan Kenapa Pintu Kesempatanmu Belum Terbuka
• 18 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.