Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menagih kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kelanjutan pembangunan proyek kereta berupa mass rapid transit (MRT) di Bali.
Ketua Komisi V DPR Lasarus mempertanyakan perkembangan transportasi rel di Bali yang sebelumnya dikabarkan telah dilirik investor.
“Soal rencana kereta di provinsi Bali, apakah juga ada kemajuan terkait dengan investor yang akan menggarap, juga termasuk apa namanya MRT di provinsi Bali. Mungkin bisa disampaikan sedikit Pak Menteri?” kata Lasarus dalam Rapat Kerja, Rabu (8/4/2026).
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi secara terbuka menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini belum ada investor yang berminat menggarap di pulau yang menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara tersebut.
Dudy menuturkan, kondisi ini menjadi penyebab utama mangkraknya progres proyek yang telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu.
“Memang pada sebelum ini saya mendapatkan bahwa ada minat. Namun sampai dengan sekarang ini belum ada investor lagi yang datang atau mau membicarakan kembali mengenai pengembangan kereta,” ujarnya.
Baca Juga
- Siap-siap! Pemprov Jakarta Bakal Bantu Pembangunan MRT Bali
- Bocoran BSDE soal Pengembangan Jalur MRT Jakarta Tembus Tangsel
- Progres MRT Jakarta Rute Thamrin-Kota, Target Beroperasi 2029
Padahal, proyek tersebut sempat dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking pada September 2024 dengan kontraktor PT Sarana Bali Dwipa Jaya.
Meski demikian, Dudy menegaskan bahwa pihaknya tetap berusaha mencoba untuk menawarkan kepada pihak-pihak investor yang tertarik kepada pengembangan jalur kereta, baik itu MRT maupun LRT di wilayah Bali.
Sebagai respons atas stagnasi tersebut, pemerintah mulai menyiapkan opsi alternatif berupa pengembangan water taxi untuk mengurangi kemacetan, khususnya di wilayah Kabupaten Badung.
Moda ini dirancang untuk mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara, sekaligus menjadi solusi jangka pendek sambil menunggu kepastian investasi proyek kereta.
Water taxi akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata Canggu. Waktu tempuh yang selama ini mencapai 1 hingga 2 jam melalui jalur darat diproyeksikan dapat dipangkas menjadi sekitar 30 menit.
Kementerian Perhubungan mencatat Canggu menjadi salah satu dari tiga destinasi dengan minat tertinggi di Bali, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga kebutuhan transportasi cepat dinilai mendesak.
Saat ini, nilai estimasi investasi awal untuk pengembangan water taxi mencapai Rp1,21 triliun.
Sebelumnya, proyek MRT Bali juga sempat mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui kerja sama teknis dan finansial yang diteken pada Juni 2025. Dukungan tersebut diberikan karena Jakarta telah memiliki pengalaman dalam pengembangan MRT.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyatakan pemerintah Bali belajar dari Jakarta dalam pengembangan transportasi berbasis rel.
“Maka pemerintah Bali belajar ke Jakarta untuk hal itu. Kami memberikan bantuan dalam hal teknikal, finansial,” ujarnya.





