Liputan6.com, Jakarta - Harga kedelai di DKI Jakarta melonjak signifikan hingga menembus Rp20 ribu per kilogram di pasar tradisional. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun mengimbau masyarakat mulai melirik urban farming sebagai salah satu upaya menjaga ketahanan pangan rumah tangga.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan, kenaikan harga terjadi baik di tingkat pengrajin tahu dan tempe maupun pedagang pasar.
Advertisement
Dia merinci, harga kedelai mengalami kenaikan bervariatif mulai Rp10.500-Rp11.000 per/kg pada tingkat pengrajin tahu dan tempe dari yang sebelumnya Rp 8.000-Rp 8.600 per/kg.
"Harga pada tingkat pedagang pasar tradisional Rp15.000-Rp20.000 per/kg dari harga sebelumnya berkisar Rp 13.000-Rp 18.000 per/kg," kata Hasudungan dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, lonjakan harga kedelai dipicu oleh dinamika global, terutama dari negara eksportir utama kedelai Jakarta. Selain itu, faktor melemahnya nilai tukar rupiah juga turut mempengaruhi.
"Kenaikan harga dikarenakan adanya dinamika secara global terkait gejolak negara eksportir kedelai terbesar Amerika Serikat dan nilai tukar rupiah yang menurun," ucap Hasudungan.




