Grid.ID - Raihaanun dan Maxime Bouttier dipasangkan dalam serial terbaru berjudul Tante Sonya. Serial ini menjadi salah satu proyek yang cukup dinantikan oleh penonton.
Tante Sonya sendiri merupakan adaptasi dari film populer tahun 1995 berjudul Catatan Harian Tante Sonya. Versi terbaru ini hadir dengan pendekatan yang lebih segar namun tetap mempertahankan esensi cerita aslinya.
Dalam proyek ini, Raihaanun dan Maxime Bouttier dipercaya sebagai pemeran utama. Keduanya pun dituntut untuk menghadirkan chemistry yang kuat demi mendukung alur cerita.
Menariknya, keduanya mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam membangun kedekatan. Hal ini karena mereka sudah saling mengenal cukup lama di luar proyek serial tersebut.
"Mungkin buat building chemistry, kita sih udah kenal lumayan lama juga di luar series ini, dan itu membantu sekali," ujar Maxime saat berada di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Rabu (8/4/2026).
Menurut pria kelahiran Prancis ini, interaksi yang sudah terjalin sebelumnya membuat proses adaptasi berjalan lebih cepat. Ia juga merasa tidak perlu memulai dari nol untuk memahami karakter lawan mainnya.
"Biasanya kan kita kalau ketemu, nongkrong apa gitu kan udah lumayan cukup untuk masuk, habis itu obrolannya tuh akan lebih serius karena kita akan diskusi tentang script, apa yang mau kita lakukan sebagai karakter gitu," katanya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan terasa sangat natural. Hal ini membuat hubungan antar karakter di layar terlihat lebih hidup.
"Jadi mungkin pendekatannya sih se-organik gitu aja menurut aku," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Raihaanun yang merasakan kemudahan membangun chemistry. Ia menilai sikap terbuka dari Maxime menjadi faktor penting untuk chemistry mereka.
"Keterbukaan Maxime itu membuat saya juga mudah untuk membangun chemistry itu sendiri, karena Maxime sangat terbuka sekali akan adegan-adegan ataupun scenes yang memang harus didiskusikan gitu," tutur Raihaanun.
Raihaanun juga menambahkan bahwa keterbukaan tersebut menciptakan ruang yang nyaman. Hal ini memungkinkan para pemain untuk lebih bebas berekspresi.
"Keterbukaan itu membuat kita jadi lebih mudah untuk berekspresi juga di dalam set," katanya.
Selain itu, hubungan pertemanan di luar pekerjaan juga turut memperkuat chemistry mereka. Kebersamaan yang sudah terjalin sebelumnya menjadi nilai tambah tersendiri.
"Kebetulan saya sama Maxime juga udah kenal sebelumnya, sering hangout juga sebelum di luar series ini, kita berteman, saya sama Luna juga berteman, jadi emang chemistry-nya juga udah berteman," ungkapnya.
Menurut wanita berusia 37 tahun ini, hubungan yang sudah terbangun tidak hanya dengan Maxime, tetapi juga dengan pemain lain. Hal ini menciptakan dinamika yang positif selama proses produksi.
"Jadi sebenarnya sih temen semua gitu ya, nongkrong bareng gitu. Dan dipersatukan di project ini jadi semuanya kerasa mudah," pungkasnya. (*)
Artikel Asli



