JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto mengaku mendapatkan laporan dari bawahannya bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) aman.
Namun, ia menekankan bahwa Indonesia tak boleh menjadi bangsa yang terlalu santai.
BACA JUGA:Berbuntut Panjang, Sopir Livina Ngaku Diperas Pengemudi Innova Usai Saling Senggol di Tol Kemayoran!
BACA JUGA:JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Aslinya: Rugi Tenaga, Rugi Waktu!
"Kita tidak boleh jadi bangsa yang terlalu santai. Mari kita koreksi diri kita ya. Bangsa kita terlalu banyak diberikan oleh Yang Mahakuasa sehingga kita ini ya kan "kumaha engke" ya kan. Bukan "engke kumaha", "kumaha engke"," kata Prabowo di Istana Merdeka, Rabu, 8 April 2026.
Ia meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tetap bekerja meski stok BBM aman. Ia menegaskan pentingnya efisiensi, penghematan, serta pencegahan kebocoran anggaran dan praktik korupsi.
"Pak Bahlil bilang aman jadi tenang. Aman tidak berarti kita tenang-tenang, santai-santai. Tidak! Kita bekerja, kita waspada. Saudara-saudara, krisis ini bagi saya adalah sebuah peluang," ungkapnya.
BACA JUGA:AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata, Selat Hormuz Dibuka: Harga Minyak Turun?
BACA JUGA:Lawan Diabetes, BPOM Resmikan Label 'Nutri-Level' untuk Batasi GGL
"Krisis, kesulitan, tantangan, hambatan, rintangan adalah peluang. Membuat kita harus bekerja lebih baik. Harus bekerja lebih efisien. Tidak boleh boros. Tidak boleh ada kebocoran. Tidak boleh ada korupsi," imbuhnya.
Lebih lanjut, Prabowo memastikan bahwa BBM bersubsidi akan tetap dipertahankan untuk rakyat kecil dan miskin, yang mencakup sekitar 80 persen masyarakat Indonesia.
"Untuk BBM yang bersubsidi kita akan pertahankan untuk rakyat kecil dan rakyat miskin. Kita akan pertahankan untuk 80% rakyat kita," paparnya.





