BOGOR, KOMPAS.com — Praktik jasa joki tugas kuliah kian marak di kalangan mahasiswa dan bahkan mulai dianggap lumrah.
Di tengah tekanan akademik, tenggat waktu yang ketat, serta tuntutan aktivitas lain seperti bekerja, sebagian mahasiswa memilih jalan pintas dengan menyerahkan tugas kepada orang lain.
Di sisi lain, jasa joki tidak lagi sekadar layanan informal, tetapi berkembang menjadi sistem kerja yang lebih terorganisasi.
Zulfikar (22), salah seorang penjoki asal Bogor yang dihubungi Kompas.com melalui panggilan telepon, mengaku mulai menjalankan jasa joki tugas sejak masa pandemi ketika sistem pembelajaran beralih sepenuhnya ke daring.
Baca juga: Fenomena Joki Skripsi Kian Marak, Pengamat Sebut Cerminan Kegagalan Sistem Pendidikan Tinggi
“Awalnya iseng aja karena waktu itu kan daring semua. Lama-lama jadi kebiasaan, karena ternyata banyak yang butuh," kata dia, Selasa (8/4/2026).
Seiring waktu, ia melihat adanya peluang yang terus berkembang, terutama karena banyak mahasiswa kesulitan mengejar tugas dengan tenggat yang ketat.
“Dari situ saya lihat ini memang ada pasarnya, jasa joki ini makin ramai waktu kuliah online karena tugas banyak dan tenggat pendek Jadi ya lama-lama jadi kerjaan," katanya.
Dikerjakan mahasiswa hingga alumniZulfikar menjelaskan, pelaku jasa joki umumnya tidak memiliki latar belakang khusus, tetapi berasal dari kalangan mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik tertentu.
Selain mahasiswa aktif, alumni juga turut terlibat, terutama untuk menangani tugas yang lebih kompleks.
“Ada juga alumni, biasanya untuk tugas yang lebih berat. Saya sendiri mahasiswa aktif juga, jadi sambil kuliah sambil ngerjain orderan," kata dia.
Zulfikar tidak lagi bekerja sendiri, melainkan telah membentuk tim kecil berisi lima orang untuk menangani pesanan yang semakin banyak. Jenis tugas yang dikerjakan bervariasi, namun didominasi tugas harian seperti makalah dan esai.
“Selain itu laporan praktikum juga lumayan. Kalau skripsi ada, tapi biasanya per bab, jarang yang full," kata dia.
Alur kerjanya pun menyerupai layanan profesional, mulai dari negosiasi harga hingga revisi hasil pekerjaan.
“Biasanya klien kontak lewat WhatsApp. Kirim detail tugas, deadline, sama ketentuan dosen. Saya cek dulu, baru kasih harga. Kalau deal, mereka bayar DP,” ungkapnya.
Baca juga: Di Balik Jasa Joki Skripsi, Tak Semua Mahasiswa Berujung Lulus
Zulfikar mengaku tarif jasa joki sangat bergantung pada tingkat kesulitan dan tenggat waktu. Untuk tugas ringan seperti makalah, tarif berkisar puluhan ribu rupiah per halaman, sementara skripsi dihitung per bagian dengan harga yang jauh lebih tinggi.





