jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang masih tertahan di Timur Tengah akibat gangguan penerbangan segera dipulangkan.
Tercatat, terdapat 720 WNI yang saat ini sedang menunggu jadwal keberangkatan menuju tanah air.
BACA JUGA: Iran Bikin Timur Tengah Membara, Jepang Tingkatkan Konsumsi Batu Bara
Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menjelaskan bahwa seluruh WNI yang terdampak disrupsi penerbangan tersebut sudah masuk dalam penanganan perwakilan RI di masing-masing wilayah.
“Saat ini, terdapat 720 WNI yang tertahan disrupsi penerbangan di berbagai wilayah di Timur Tengah, dan sudah dalam penanganan untuk menunggu penerbangan ke tanah air,” kata Heni Hamidah dalam taklimat media di Jakarta, Rabu.
BACA JUGA: Iran Bakal Menghancurkan Kedubes Israel di Timur Tengah
Adapun sejauh ini, kata dia, perwakilan RI di Timur Tengah telah memfasilitasi proses repatriasi mandiri untuk sebanyak 2.284 orang WNI. Jumlah tersebut tidak termasuk WNI jamaah umrah yang senasib terjebak tak bisa pulang.
Ia menyampaikan bahwa saat ini, Kemlu RI bersama seluruh Perwakilan RI di Timur Tengah terus memantau ketat perkembangan situasi di wilayah Teluk, khususnya Iran, sepanjang perang antara Amerika Serikat dan Iran berlangsung hingga gencatan senjata tercapai hari ini.
BACA JUGA: 4 Ribu PMI Jabar Tertahan di Timur Tengah, Pemprov Buka Hotline
KBRI pun terus melakukan kontak secara berkala dengan simpul WNI yang masih ada di Timur Tengah, kata pejabat di Kemlu RI itu.
Sementara itu, hingga kini masih ada 281 WNI yang masih berada di Iran, dengan 35 orang di antaranya adalah awak kapal yang berada di pesisir Iran, ucap Heni.
Heni memastikan bahwa KBRI Teheran akan kembali menyelenggarakan gelombang evakuasi baru bagi para WNI di Iran yang ingin pulang ke tanah air.
Evakuasi tersebut akan dilakukan dengan perencanaan matang dengan memerhatikan situasi terkini di lapangan, mengingat pergerakan dan jalur-jalur yang akan dilalui para WNI harus dipastikan aman, baik saat menuju titik kumpul hingga menuju titik pemberangkatan di negara lain.
“KBRI terus mematangkan rencana evakuasi tahap berikutnya dengan melakukan kontak dengan para WNI yang menyatakan siap dievakuasi,” kata Heni, meski belum menyebut jumlah pasti WNI yang akan segera dievakuasi dari Iran.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata dua pekan dengan Iran dan menyatakan Selat Hormuz akan segera dibuka.
Menyusul pengumuman itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengonfirmasi pembicaraan dengan AS akan dimulai pada Jumat (10/4) di Islamabad, Pakistan.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean



